Minggu, 30 Desember 2018

Cerita Dewasa Terkena Rayuan Threesome Dika


Kesempatan ini bercerita pengalaman Seks pribadi dari seseorang Pria bernama Dika saat ia masih tetap kuliah dahulu. Benar-benar mujur sekali Dika ini, pada sebuah tempo Dika dapat memperawani 2 gadis yang berstatus adik kakak ini. Cerita ini dapat berlangsung saat dika bertandang dikos pacarnya yang bernama Lidya. Sebab saat itu mereka cuma berdua dikosan Lidya, jadi terjadi jalinan seks pada mereka berdua.


Karena sangat asiknya mereka lakukan jalinan seks, tidak disangka kakak dari Lidya hadir serta mempergoki mereka yang tengah terkait seks. Singkat kata kakak Lidya akhirnya-pun terlilit rayuan oleh dika serta merekapun lakukan jalinan seks threesome. Ingin tahu lanjutan ceritanya, Langsung saja yuk baca serta baca baik baik narasi saat ini.

Sebutlah saja namaku Dika, saya akan bagikan -ku yang pasti sengit serta ditanggung membuat beberapa pembaca sekalipun Horny, hhe. Usiaku sekrang 30 tahun, saya Pria berkulit putih bersih, berpostur badan biasa ( tidak kurus serta tidak gemuk ). ini ialah pengalaman pribadiku. Saat saya kuliah di Solo saya memiliki pacar yang datang dari Jambi, ia bernama Lidya ( nama samaran). Saya memanggilnya dengan panggilan sayang Beby.

Waktu itu ia masih tetap sekolah di salah 1 SMU di Yogyakarta. Sebetulnya Lidya ini anaknya lugu serta baik hati. Akan tetapi di balik keluguan Lidya itu, ia memiliki nafsu seks yang mengagumkan. Saat itu tiap-tiap weekend saya tetap meluangkan untuk berkunjung ke Beby di kos-nya. Sebetulnya Kos-kosan Beby ini memiliki ketentuan yang cukuplah ketat, soalnya kos-kosan Beby ini ialah kos spesial putri. Ketentuan kunjungan tamu pada siang hari dibatasi jam 09.00-12.00 serta lanjut sampai 16.00 s/d 21.00.

Di hari minggu waktu saya ke bertandang kekosan Beby waktu memberikan jam 11.00, dengan ketentuan saya cuma memiliki waktu 1 jam di Kosannya dong. Meskipun ketat ketentuannya tetapi rekan yang bermain bisa masuk ke kamar dengan catatan pintu tidak bisa ditutup rapat rapat. Waktu 1 jam itu saya gunakan dengan baik untuk mencumbunya.

Bahkan juga saya menelusuri sekujur tubuhnya dari ujung rambut sampai kakinya, kami sama-sama bergumul bak berkelahi saja. Kebetulan tempat tidurnya pas di belakang pintu kamar. Tidak berasa waktu telah memberikan jam 1 siang, sangat terpaksa kami hentikan permainan yang tanggung itu. Serta dengan berat hati kami berbenah ruang yang telah seperti kapal pecah.

“ Mas Dika ke Kosnya Toni ya? ” bertanya ia sekalian membenarkan kancing pakaiannya.

“ Iya Beb, memang kamu ingin turut ? ” tanyaku.

“ Tidak ah Mas, Cuacanya panas sekali soalnya, ” jawabnya,
Lalu sesaat kami sama-sama mepandang seakan tidak terima dengan perpisahaan yang sekejap itu, serta tidak diduga Beby-pun berkata,

“ Emmm… Mendingan Mas nggk perlu ke kos Toni deh Mas, Mending kita bobok siang bareng di tempat ini saja, bagaimana ??? ” pintanya,

“ Emm… bagaimana ya… kan ketat di tempat ini aturanya ? ”

“ Sudah kita cuek saja Mas, kita kunci saja kamar dari dalam, agar Ibu Kos tidak tahu! kira saja Beby kembali tidur-kan beres? ” katanya,

“ Ha… Hilang ingatan lu Beb ! ” kataku pendek.

“ Mas Dika kan ikut lelah baru dari Solo, nanti di Kos Mas Toni tidak dapat istirahat, sangat ikut bengong! ”

Saya terdiam sesaat, benar ikut yah ( pikirku).

“ Benar nih tidak takut sama Ibu kos? ”

“ Siapa takut… ”

“ Okelah, tetapi nanti saya tidak ke kamar mandi sesaat ”

Sepulang dari kamar mandi kulihat ia sudah ubah baju tidur dengan lengan tampak mulus, kuning kecoklat coklatan.

“ Beby tutup pintunya ya Mas… ”

“ Hemmm… ”

Kubaringkan badanku di kasur yang empuk, serta ia di sampingku sekalian memelukku seakan tidak ingin kehilangan saya.

“ Aduh… ” tau-tau saja ia bergumam.

“ Ada apakah? ”

“ Kurang ajar nih semut gigit paha Beby ” katanya sekalian membuka daster bawahnya.

“ Wah bener kurang ajar tuch semut gua saja tidak pernah gigit paha Beby kok ia sudah duluan… ”

“ Memang ingin gigit, tetapi setelah gigit harus mati ya… Hi… Hi… ”

“ Tu kan Mas, jadi merah… Memang kurang ajar semut itu! ”

“ Sini Mas Dika cium agar sembuh… ” jawabku seperti orang pacaran yang sok pahlawan.

“ Gombal… ”

Sekalian iseng saya lihat pahanya yang digit semut itu serta, mantap… Mulus ikut nih paha batinku. Saya usap paha itu dengan lembut seringkali, serta tau-tau saja saya cium paha itu.

“ Iihh geli Mas… ” Nada itu membuat ku birahi!

“ Geli apakah enak? ” bisikku, tanganku mulai menggerayangi buah dadanya.

Ia diam saja, tanganku mulai kuselipkan di balik pakaiannya serta menggerayangi pentilnya yang telah mulai mengeras. Sesaat tangan kiriku mulai menyelusup di balik celana dalamnya serta kugesek gesek kan pada Kewanitaan-nya.

Kusingkapkan dasternya keatas hingga tampak jelas gundukan Kewanitaannya dibalik celana putihnya. Ia diam saja. Dikit demi sedikit mulai saya tarik celana dalamnya ke bawah. 

“ Mari selalu jika berani… ” tau-tau saja ia berkata, saya sudah sempat kaget dengan celetukannya itu.

Dalam waktu cepat saja telah saya telanjangi ia, mulus! Tiada banyak acara kembali saya ikut juga telanjang, saya gesek gesekkan Kejantananku ke Kewanitaan-nya. Nikmat rasa-rasanya, tetapi saya tidak berfikir yang lainnya cukuplah gesek-gesek saja.

Sekalian bercanda ia katakan,

“ Mari jika berani dimasukkan Mas ”.

“ Hilang ingatan kamu… ”

“ Hi… Hi… Takut ya… ”

“ Memang mengapa takut? ”

“ Coba aja… ”

Saya tahu ia hanya bercanda sebab sampai kini kita pacaran benar-benar sangat berhati hati. Tetapi ia selalu mengejekku… Pada akhirnya tergoda ikut saya. Saya masukan helm Kejantananku ke Kewanitaannya yang pasti telah basah kuyup, tetapi saya masih tetap sangsi. Tetapi sangat terasa hangat serta luar biasa… Saya input dikit kembali serta hampir separuh Kejantananku telah masuk.

“ Mas jangan… Ingat ya… Jangan… ” tuturnya

“ Kenapa… Kamu takut ya… ”

“ Janganlah Mas, mengeluarkan ” pintanya perlahan.

Saya selalu menggesek gesekannya, nikmat rasa-rasanya! Tau-tau saja ia menggeserkan pantatnya ke samping serta menggerakkan pahaku. Kejantananku lepas, kami sama-sama berpandangan sesaat.

“ Mulai nakal ya? ”

“ Habis dilawan sih… ”

Ia mencium lembut bibirku, saya balas dengan lembut serta kami sama-sama berpelukkan erat, saya ciumi leher serta telinganya, ia mulai menggeliat saya selalu menyerangnya perlahan-lahan tempat saya cumbu buah dadanya serta selalu saya merayap ke bawah sampai Kewanitaan-nya.
Berbau anyir yang merangsang keluar dari Kewanitaan nya, saya jilati Kewanitaannya, ia menggeliat nikmat, matanya terpejam. Saya makin rakus melahapnya serta saya masukan lidahku ke Kewanitaannya. Ia menggeliat.

“ Uuuhhhh… Enak Mas ”, Saya lebih semangat.

“ Selalu Mas… Enak… ”

Saya terlepas mulutku serta saya ubah dengan Kejantananku. Nafsu besar serta nikmat yang saya rasakan membuat ku tidak sabar masukkan Kejantananku.

“ Aduh… Perlahan perlahan Mas ”

“ Ya… ”

Separuh Kejantananku telah masuk, tetapi sulit sekali masuk lebih dalam. Saya tarik dikit masuk kembali, mudur masuk, Mundur, Masuk tidak berasa hampir masuk semua Kejantananku ke Kewanitaan-nya. Saya remas buah dadanya sekalian saya ciumi lehernya, ia tampak merem melek rasakan enaknya Kejantananku. Tau-tau saja ada yang menarik Kejantananku dari dalam Kewanitaannya serta nikmat sekali…

“ Akh… Enak sekali sayang… ”

“ Tekan Mas… Tekan lagi… Perlahan pelan… ”

Saya rasakan Kejantananku keras serta berasa jadi membesar di dalam Kewanitaan Beby, saya sodokkan Kejantananku dengan perlahan tetapi tentu, serta makin berasa ada yang menarik narik Kejantananku di Kewanitaan.

“ Aaaahhhh… Sakit Mas… Enak Mas… Terus… Terus… ”

Erangan itu membuat saya makin mengencangkan pelukanku pada ia, saya peluk ia erat-erat serta ia ikut memelukku erat sekali sekalian meredam sakit tetapi enak…
 
“ Uuuhhh… ” desis dari mulutnya sekalian mengejang sekujur tubuhnya.

“ Ehmmhh… ” badanku ikut berasa mengejang sangat nikmat sperma ku selesai dengan deras masuk Kewanitaannya.

Berasa hangat Kejantananku, nikmat serta tidak terucapkan dalam kata kata cuma erangan nikmat dari mulut kami berdua. Tau-tau saya rasakan cairan hangat merampat di pahaku, saya terperanjat bukan main. Saya tarik Kejantananku dari Kewanitaan Beby. Mataku terbelalak lihat cairan itu. Darah!

“ Beb… ”

“ Mas… Apakah yang kita kerjakan? ” Pandangannya ikut terlihat kaget.

“ Maaf Beb… ” kataku.

Tau-tau saja Beby memelukku erat erat.

“ Beby sayang Mas Dika ”

“ Mas Dika ikut sayang Beby ”

Saya rebahkan ia di kasur yang empuk, kami sama-sama berpandangan.

“ Beby tidak menyesal kok Mas, Beby suka ”, Ah, lega rasa-rasanya dengar kata kata itu.

Tok… Tok… Tau-tau saja pintu di ketok! Kami kaget bukan main, bingung ingin apakah.

“ Beb… Buka… Tidur ya… ”

Kami tidak berjalan hanya sama-sama pandang, perlahan pelan kami ambil pakaian masing masing.

“ Itu Teteh ”

“ Diam saja Mas, pura-pura tidur tidak dengar! ”

“ Beb, Teteh pinjem hairdryer ”

Tubuh ini rasa-rasanya panas dingin, kami tidak berani menggunakan pakaian sebab takut berisik. 

“ Ceklek… ”

Tidak diduga saja pintu terbuka, nyatanya Teteh miliki ikut kunci kamar Kos Beby yang memang berdampingan. Rasa-rasanya dunia ingin roboh waktu itu.

“ Beb… Mas… ”

Teteh seakan tidak yakin apakah yang dilihatnya. Cepat cepat Teteh masuk serta menutup kamar Beby, serta Teteh siap mengadili kami berdua yang masih tetap telanjang.

“ Apakah apaan ini? ” Sekalian melirik tempat tidur yang amburadul serta ada noda darah keperawanan Beby.

“ Teh… Maaf kan saya Teh ” ucapku perlahan.

“ Saya yang bersalah Teh, bukan Beby ”
 
“ Mengapa Mas Dika kerjakan? Teteh sudah yakin sekali ama Mas Dika! ” sekalian meneteskan buliran air mata kekecewaan.

“ Maaf Teh… ”

Tau-tau saja Teteh memelukku yang masih tetap telanjang! serta Kejantananku menyentuh tubuhnya yang lebih kecil dari Beby. Pelukkan erat Teteh membuat Kejantananku berdiri kembali, serta saya bingung.

“ Celaka nih, tegang kembali ”

Beby juga turut memeluk kami yang masih tetap berpelukkan, buah dada Beby membuat saya lebih merangsang. Saya beranikan mencium bawah telinga Teteh yang masih tetap terisak di pelukkanku. Harum ikut sebab Teteh memang baru tuntas mandi. AKu lebih terangsang serta saya ciumi leher Teteh. Dikit saya rasakan pergerakan Teteh yang nyatanya ia ikut terangsang dengan ciumanku.
ditambah tempat telanjangku serta Kejantananku yang melekat di seputar pusar Teteh. Saya coba kencangkan pelukanku pada Teteh, sesaat saya ubah mencium Beby yang memeluk Teteh, Beby menyabut ciumanku dengan lahapnya sesaat Teteh yang ada pada pelukan kami berdua pada tempat di tengah sebab memang Beby memeluk Teteh dari belakang serta saya dari depan.

Tidak ayal Teteh hanya menggeliat di antara kami, tanganku turun kebawah mengarah pantat Beby yang pas dibelakang Teteh. Saya tarik pantat Beby ke depan hingga menggerakkan badan Teteh lebih merapat ketubuhku serta menjepit Kejantananku. Saya goyangkan pantat Beby perlahan-lahan tempat dengan keinginan tubuh Teteh ikut juga bergoyang, serta harapanku itu tercukupi.

Tubuh Teteh bergoyang menggesek gesek Kejantananku, tangannya makin bertambah erat memelukku. Tau-tau saja Mulut Teteh mulai menyerang leherku, rupanya ia ikut tidak tahan lihat saya serta Beby semangat berciuman. Tanganku mulai berani meraba buah dada Teteh serta Teteh tidak menampik bahkan juga seakan-akan menikmatinya.

Mata Beby memandangku dengan sorot tajam seakan melarang saya meraba kakaknya itu tetapi saya pura-pura tidak lihat. Perlahan-lahan tanganku saya turunkan serta meraba Kewanitaan Beby dengan tangan kanan, serta tangan kiriku mulai merayap di balik CD Teteh. Saya lihat Beby nikmati tanganku yang telah meremas Kewanitaan nya, ia tampak pejamkan matanya.

“ Wah peluang bagus nih untukku ” batinku,

Kewanitaan Teteh juga tidak terlepas dari tangan kiriku serta Teteh ikut menikmatinya. Teteh dikit melorotkan badannya serta mencium pentil susuku yang kecil serta ia selalu berjalan ke bawah sekalian meremas Kejantananku.

Serta sekejap Teteh telah repot dengan mulutnya nikmati Kejantananku. Teteh menggerakkan badanku sampai saya terjatuh di spring bed, Beby juga menyusul Tetehnya menggenggam Kejantananku seakan ia tidak ikhlas Kejantananku di jamah Tetehnya.

Beby langsung masukkan Kejantananku dalam Kewanitaannya yang telah basah serta dikit noda darah masih tetap ada, sesaat Teteh mesti senang melahap mulutku. Beby demikian semangat mengenjot Kejantananku dengan pergerakan turun naik sekalian mengeluh kesenangan.

“ Ouhh… Ahhhh… ”

Beby merintih sekalian badanya mengejang, rupanya ia telah keluar kembali.

Teteh yang lihat Beby telah klimaks manfaatkan peluang itu untuk ambil tempat mengarahkan mulutnya ke Kejantananku serta Kewanitaannya ditempatkan ke mulutku, saat itu posisiku serta tempat Teteh sama-sama bersimpangan.

Kaki Teteh menjepit kepalaku hingga saya dengan jelas lihat Kewanitaan Teteh yang dipenuhi rambut tipis di sekitarnya. Sesaat Beby ada selain kami berdua sekalian meremas remas sendiri buah dadanya. Saya jilati Kewanitaan Teteh yang masih tetap wangi sebab habis mandi, saya input lidahku menyentuh dalam Kewanitaannya serta Teteh menikmatinya.

“ Enak Mas… Terus… ”

Nyaris saya tidak dapat bernafas sebab Teteh mengutamakan Kewanitaannya ke wajahku, saya dorong dikit pantatnya agar saya dapat bernafas. Saya balikkan tubuh Teteh, hingga sekarang ini posisiku di atas Teteh.

Saya tidak ingin berlama lama lakukan oral sama Teteh, langsung saya masukan Kejantananku ke Kewanitaan Teteh yang nyatanya ikut lumayan kecil buat Kejantananku. Teteh cukup kesakitan tetapi tidak memprotes.

“ Uhhh… Ssss… Aaaahhh… ”

Pada akhirnya Kejantananku dapat masuk hampir semua, serta Teteh terasa kesakitan serta menggeser dikit pantatnya kesamping tetapi masih saya buru ke samping sekalian dikit menggoyangnya.

Ke-2 kaki Teteh diangkat menjepit pantatku seakan-akan ia ingin masukkan Kejantananku lebih dalam kembali, saya berupaya masukkan perlahan pelan serta nampaknya lebih lancar sebab Kewanitaan Teteh telah basah kuyup. Kaki Teteh menjepitku lebih kencang serta saya ikut coba peluk Teteh lebih kencang.

“ Sssss…. Aaahhh… ”

Teteh melenguh serta nafasnya tersengal-sengal, nyatanya ia alami puncak kesenangan, saya rasakan badannya mengejang serta jepitan kakinya membuatku tidak dapat bernafas tetapi saya biarlah ia nikmati kesenangan itu.

Dikit demi sedikit jepitan kaki serta pelukan Teteh mulai terlepas, giliranku saat ini untuk nikmati kesenangan bersama dengan Teteh. Saya balikkan tubuh Teteh serta saya masukan Kejantananku dari belakang dengan style anjing saya coblos Kewanitaan Teteh.

So wow… benar-benar sangat nikmat nyatanya dengan style ini, saya nikmati sekali style ini. Kejantananku keluar masuk ke Kewanitaan Teteh seakan tidak ingin berhenti ditambah lagi diiring desahan Teteh yang perlahan tetapi begitu membuatku bernafsu. Hampir lima menit Kejantananku keluar masuk ke Kewanitaan Teteh serta pada akhirnya,

“ Aaahhh… Nikmat Teh… ” badankupun mengejang nikmat,

Saya peluk Teteh dari belakang sekalian nikmati klimaksku. Kejantananku berasa jadi membesar waktu itu serta saya coba masukan lebih dalam Kejantananku ke Kewanitaan Teteh. Tau-tau saja terdengar nada seperti air tumpah. Saya kaget tetapi bertepatan nada itu kesenangan yang tambah lebih nikmat dari mulanya! Saya kaget sekali waktu saya rasakan ada air hangat mengalir diantara Kejantananku.

“ Janganlah jangan… ”

Cepat cepat saya mengeluarkan Kejantananku dari Kewanitaan Teteh, hah… Benar dugaanku. Darah! Nyatanya Teteh ikut masih tetap perawan! bermakna dalam 3 jam saya bisa dua perawan! Kakak Adik kembali!

“ Hebat! ” dalam batinku. Nyatanya saya lelaki sangat mujur bisa perawan 2 sekaligus juga!

Tidak kusadari saya lihat Beby disampingku meneteskan air Mata serta pejamkan matanya yang telah sembab! Saya baru sadar nyatanya adeganku dengan Teteh disaksikan tiada sensor oleh Beby! Pacarku! Serta adegan itu saya kerjakan dengan kakaknya! Teteh! Waktu itu saya tidak tahu mesti melakukan perbuatan apakah! Saya cuma memeluk Beby serta Teteh keluar dari kamar tinggalkan kami tiada sepatah katapun. 


Hari hari selanjutnya saya tetap membagi spermaku buat mereka berdua untuk Beby serta Teteh, tetapi waktu itu saya tetap berasumsi Beby pacarku serta Teteh ialah selingkuhanku! Semuanya saya lakoni dari tahun 2012 sampai 2013. Sebab semenjak tahun 2013 kami putus.

Sekarang ini Beby serta Teteh telah menikah, demikian pula dengan saya. Beby bisa suami orang Magelang serta Teteh bisa tetangganya di Palembang. Walau bagaimanapun Saya masih tetap seringkali lakukan seks by phone dengan Beby sekurang-kurangnya satu minggu sekali serta seks di hotel satu bulan sekali. Kami masih tetap dapat menikmatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.