Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa 2018. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa 2018. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Desember 2018

Cerita Dewasa Terkena Rayuan Threesome Dika


Kesempatan ini bercerita pengalaman Seks pribadi dari seseorang Pria bernama Dika saat ia masih tetap kuliah dahulu. Benar-benar mujur sekali Dika ini, pada sebuah tempo Dika dapat memperawani 2 gadis yang berstatus adik kakak ini. Cerita ini dapat berlangsung saat dika bertandang dikos pacarnya yang bernama Lidya. Sebab saat itu mereka cuma berdua dikosan Lidya, jadi terjadi jalinan seks pada mereka berdua.

Sabtu, 29 Desember 2018

Cerita Dewasa Hotnya Badan Semok Ibu Ria

Cerita Dewasa Hotnya Badan Semok Ibu Ria

Saya memang termasuk juga pria yang aneh. Napsuku cuma pada wanita-wanita STW yang menyukai kenakan kebaya serta berkonde. Terkadang waktuku habis ke pesta-pesta pernikahan cuma untuk lihat wanita-wanita yang kenakan pakaian itu. Kalau tidak ada pesta penikahan saya pergi ke beberapa tempat hiburan tradisionil (ronggeng) di mana beberapa penari serta penyayinya kenakan kebaya serta berkonde.

Kamis, 27 Desember 2018

Cerita Dewasa Ngentot Dengan 2 Rekan Istriku

Cerita Dewasa Ngentot Dengan 2 Rekan Istriku

Saya bangun kesiangan. Kulirik jam dinding…ah… jam 8 pagi…Suasana rumahku sepi. Tumben, pikirku. Selekasnya saya meloncat bangun, mencari istri serta anak-anakku..tidak ada…Ahh…baru kuingat, hari Minggu ini ada acara di sekolah anakku mulai jam 9 pagi. Patut saja mereka telah pergi. Istriku menyengaja tidak membangunkan saya untuk turut ke sekolah anakku, sebab malamnya saya pulang kantor hampir jam 4 pagi.

Yah, beginilah nasib auditor jika kembali dikejar laporan audit. Untung saja, ada anggota timku yang dapat kurangi keteganganku. Ya, Agnes tentu saja, yang tadi malam sudah memberi servis untukku. Baginya, bersetubuh dengan lelaki lainnya tidak hanya suaminya bukan perihal yang tabu, sebab ia sendiri ikut tidak mempersoalkan bila suaminya berkencan dengan wanita lainnya. Prinsip mereka, yang terpenting pasangan tidak lihat peristiwa itu dengan mata kepala sendiri.

Saya tersenyum mengingat peristiwa tadi malam. Sebetulnya jam 11 malam kami setuju untuk pulang kantor, tetapi nyatanya saya serta Agnes sama2 kembali horny. Pada akhirnya, terjadi seperti yang telah kuceritakan di atas. Tidak berasa, saya mulai horny kembali. tongkolku pelan2 mengangguk-angguk serta mulai mengacung.“Walah…repot bener nih, pikirku. “Lagi sendiri, eh ngaceng.” Kebetulan, di dalam rumah tidak ada pembantu, sebab istriku, Indah, lebih senang bersih2 rumah sendiri dibantu ke-2 anakku. “Biar anak-anak tidak manja serta dapat belajar mandiri. Lagian, dapat mengirit pengeluaran,” kilah istriku. Saya sepakat saja. agen poker

Kurebahkan tubuhku di sofa ruangan tengah, sesudah memutar DVD BF. Menyengaja kusetel, agar hasratku cepet selesai. Sesudah kubuka celanaku, saya saat ini cuma gunakan kaos, serta tidak gunakan celana. Pelan-pelan kuurut serta kukocok tongkolku. Terlihat dari ujung lubang tongkolku meluluhkan cairan bening, sinyal jika birahiku telah mencapai puncak.

Saya juga ingat Linda, teman dekat istriku. Kebetulan Linda datang dari suku Chinese. Ia ialah teman dekat istriku dari sejak SMP sampai lulus kuliah, serta seringkali ikut main kerumahku. Terkadang sendiri, terkadang bersama dengan keluarganya. Ya, saya memang seringkali berfantasi tengah menyetubuhi Linda. Tubuhnya mungil, setinggi Agnes, tetapi lebih gendut. Yang kukagumi ialah kulitnya yang sangat-sangat-sangat putih mulus, seperti warna patung lilin. Serta pantatnya yang membulat indah, seringkali membuatku ngaceng jika ia bertandang.

Saya cuma dapat memikirkan kalau badan mulus Linda dapat kujamah, tentu sangat nikmat. Fantasiku ini nyatanya membuat tongkolku semakin keras, merah padam serta cairan bening itu mengalir kembali dengan deras. Ah Linda…seandainya saya dapat menyentuhmu..serta kamu ingin ngocokin tongkolku..demikian pikiranku waktu itu.

Kembali enak-enak ngocok sekalian tonton bokep serta memikirkan Linda, terdengar nada langkah sepatu serta seorang memanggil-manggil istriku.“Ndah…Indah…aku dateng,” sengit nada itu…Oh my gosh…itu nada Linda…mau ngapain ia ke sini, pikirku. Kapan masuknya, kok tidak kedengaran? Linda memang belum pernah mengetuk pintu jika ke rumahku, sebab keluarga kami sangatlah akrab dengan ia serta keluarganya.

Belum saya berfikir serta lakukan tindakan untuk selamatkan diri, tiba-tiba Linda sudah muncul di ruangan tengah, dan…“AAAHHH…ANDREEEEW…!!!!,”jeritnya. “Kamu kembali ngapain?”“Aku…eh…anu…aku….ee…lagi…ini…,”aku tidak dapat menjawa pertanyaannya. Grogi. Cemas. Sal-ting. Semua bercampur jadi satu. Orang yang sampai kini cuma ada pada fantasiku, tidak diduga muncul dihadapanku serta straight, langsung melihatku dalam kondisi telanjang, tidak pakai celana, Hanya kaos saja.

Ngaceng juga.“Kamu dateng ok tidak ngabarin dahulu sich?” saya memprotes.“Udah, sana, pakai celana dahulu!” Pagi-pagi telanjang, tonton bf sendirian,kembali ngapain sich?”ucapnya sekalian duduk di kursi didepanku.“Yee…namanya ikut kembali horny…ya sudah mending colai sekalian tonton bf. Lagian anak-anak sama mamanya kembali pergi ke sekolah. Ya sudah, self service,”sahutku.“Udah, Ndrew. Sana pakai celana dahulu. Kamu tidak risih apakah?”“Ah, kepalang tanggung kamu dah simak? Ngapain ikut dtitutupin? Telat donk,”kilahku.“Dasar kamu ya. Ya, sudah deh, saya pamit dahulu. Salam saja buat istrimu. Sana, terusin kembali.” Linda bergerak dari duduknya, serta pamit pulang.Cepat-cepat saya mencegahnya. “Lin, nanti dahulu lah…,”pintaku.“Apaan sich, orang saya ingin ngajak Indah jalan, ia tidak ada ya sudah, saya ingin jalan sendiri,”sahutnya.“Bentar deh Lin.

Tolongin saya, tidak lama kok, sangat sepuluh menit,”aku berupaya merayunya.“Gila kamu ya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Linda memprotes sekalian melotot. “Kamu janganlah macem-macem deh, Ndrew. Tidak mungkin donk saya kerjakan itu,”sergahnya.“Lin,”sahutku tenang. “Aku tidak meminta kamu untuk lakukan hal tersebut. Tidak.

Saya Hanya meminta tolong, kamu duduk didepanku, sekalian liatin saya colai.”“Gimana?”Linda tidak menjawab. Matanya menatapku tajam.Sejurus lalu..“Ok, Lin. Saya janji tidak ndeketin ditambah lagi menyentuh kamu.

Tetapi, sebelum itu, kamu ikut membuka bajumu dong…pake BH sama CD saja deh, tidak perlu telanjang. Kan kamu dah simak punyaku, please?” saya merayunya dengan dikit memelas sekaligus juga cemas.“Hm…fine deh. Saya bantuin deh…tapi bener ya, saya masih tetap pakai BH serta CDku serta kamu tidak nyentuh saya ya. Janji lho,”katanya. “Tapi, nantikan.

Saya ingin bertanya, kok kamu berani sekali meminta tolong demikian ke saya?””Yaaa…aku berani-beraniin…toh saya tidak nyentuh kamu, Hanya simak doang. Lagian, kamu dah simak punyaku? Trus, saya kembali colai sekalian simak BF…lha ada kamu, mengapa tidak meminta tolong saja, simak yang asli?”kilahku.“Dasar kamu. Ya sudah deh, saya membuka pakaian di kamar dahulu.”“Gak perlu, di tempat ini saja,”sahutku.

Perlahan-lahan, dibukanya kemejanya…dan…ah payudara itu menyembul keluar. Payudara yang terbungkus BH sexy berwarna merah…menambah kontras warna kulitnya yang begitu putih serta mulus. Saya menelan ludah sebab cuma dapat memikirkan seperti apakah isi BH merah itu. Seteah itu, diturunkannya zip celana jeansnya, serta dibukanya kancing celananya.

Perlahan-lahan, diturunkannya jeansnya…sedikit ada kebimbangan di mukanya. Tetapi pada akhirnya, celana itu lepas dari kaki yang dibungkusnya. Wow…aku terbelalak memandangnya. Paha itu begitu putih sekali. Lebih putih dari yang sempat saya pikirkan. Tidak ada cacat, tidak ada noda. Selangkangannya masih tetap terbungkus celana dalam mini memiliki bahan satin, sewarna dengan Bhnya.

Kelihatannya, itu ialah satu set BH serta CD.“Nih, saya sudah membuka pakaian. Dah, kamu terusin kembali colinya. Saya duduk ya.”Linda selekasnya duduk, serta akan menyilangkan kakinya. Cepat-cepat saya hindari.“Duduknya janganlah begitu dong…”“Ih, kamu tuch ya…macem-macem sekali. Memang saya harus bagaimana?”protes Linda. “Nungging, begitu?””Ya jika kamu ingin nungging, bagus sekali,”sahutku.“Sori ye…emang gue apaan,”cibirnya.“Kamu duduk biasa saja, tetapi kakimu dibuka sedikit, jadi saya dapat simak celana dalam sama selangkanganmu. Toh veggy kamu tidak keliatan?”usulku.“Iya…iya…ni anak rewel sekali ya.

Ingin colai saja pakai meminta macem-macem,”Linda masih tetap saja memprotes dengan permintaanku.“Begini tempat yang kamu ingin?”tanyanya sekalian duduk serta buka pahanya lebar-lebar.“Yak sip.” Sahutku. “Aku lanjut ya colinya.”
Sekalian memandangi tbuh Linda, saya selalu mengocok tongkolku, tetapi kulakukan dengan perlahan-lahan, sebab saya tidak mau cepet-cepet ejakulasi. Sayang, jika panorama langka ini berlalau sangat cepat. Saya juga menceracau, tetapi Linda tidak menyikapi omonganku.

“Oh…Liiiinnn….kamu kok mulus sekali siiiihhh….”aku selalu menceracau. Linda menatapku serta tersenyum.“Susumu montok bangeeeettttt… pahamu sekel serta putiiiihhhh….hhhhh….membuat saya ngaceng, Liiiiiinnn……”Linda selalu saja menatapku serta sekarang bergantian, memandang wajahku serta kadang-kadang melirik mengarah tongkolku yang selalu saja ngacai alias keluarkan lendir dari ujung lobangnya.“Pantatmu, Liiiinnn….kalau kau bisa megang….uuuuhhhhh….ditambah lagi terkena tongkolku….oouuufff…..tentu muncrat aku….,”aku mendesah serta menceracau memberikan pujian pada keindahan tubuhnya.

Sekaligus juga saya mengharap, kata-kataku bisa membuat terangsang.

Linda masih diam, serta tersenyum Matanya mulai sayu, serta bisa kulihat jika nafasnya seperti orang yang sesak nafas. Kulirik mengarah celana dalamnya…oppsss….saya tangkap tanda jika nyatanya Linda memulai ternagsang dengan aktivitasku. Sebab celana dalamnya memiliki bahan satin serta tipis, jelas sekali tampak ada noda cairan di seputar selangkannya. Duduknya juga mulai resah. Tangannya mulai meraba dadanya, serta tangan yang satunya turun meraba paha serta selangkangannya. Tetapi Linda terlihat sangsi untuk mengerjakannya. Mungkin sebab dia tidak pernah lakukan ini di depan orang yang lain.

Kupejamkan mataku, supaya Linda tahu jika saya tidak memerhatikan aktivitasku. Serta benar saja…setelah sesaat, saya buka dikit mataku, kulihat tangan kiri Linda meremas payudaranya serta owww…BH samping kiri nyatanya telah diturunkan…Astagaaa..!!! Puting itu merah sekali…tegak mengacung. Walau telah melahirkan, serta mempunyai satu anak, kuakui, payudara Linda semakin bagus serta kencang dibanding Agnes. Kulihat tangan kiri Linda memilin-milin putingnya, serta tangan kanannya nyatanya sudah menyelinap ke celana dalamnya.

“Sssshh….oofff….hhhhhh…..:” Kudengar suaranya mendesis seakan meredam kesenangan. Saya kembali pejamkan mataku serta melanjutkan kocokan pada tongkolku sekalian nikmati rintihan-rintihan Linda.

Tidak diduga saya terasa ada suatu yang hangat…basah…lembut…menerpa tongkol serta tanganku. Saya buka mata serta terpekik. “Lin…kamu…,”leherku tercekat.“Aku tidak tega simak kamu menanggung derita, Ndrew,”sahut Linda sekalian membelai tongkolku dengan tangannya yang lembut.My gosh…perlahan impin serta obsesiku jadi fakta. tongkolku dibelai serta dikocok dengan tangan Linda yang putih mulus.

Saya mendesis serta membelai rambut Linda. Lalu dengan spontan Linda menjilat tongkolku yang telah bene-bener sewarna kepiting rebus serta sekeras kayu. Dan…hap…! Satu peristiwa tidak tersangka tapi begitu kunantikan…akhirnya tongkolku masuk ke mulutnya. Ya, tongkolku disedot Linda. Dikit kembali tentu saya mendapatkan lebih dari sebatas cunilingis.

Tidak tahan dengan perlakuan sepiha Linda, kutarik pinggulnya serta cepat-cepat kulepaskan Cdnya.“Kamu ingin ngapain, Ndrew?” Linda memprotes sekalian hentikan hisapannya. Saya tidak menjawab, jariku repot menyeka serta meremas pantat putih nan montok, yang sampai kini cuma jadi khayalanku.“Ohh..Lin…boleh ya saya megang pantat sama memiaw kamu?”pintaku.“Terserah…yang terpenting kamu senang.”Segera kuremas-remas pantat Linda yang montok.

Ah, obsesiku tercapai…dulu saya cuma dapat berkhayal, saat ini, badan Linda terpampang dihadapanku.Senang dengan pantatnya, kuarahkan jariku turun ke anus serta vaginanya. Linda mendesah meredam perasaan nikmat karena usapan jariku.“Achh…Liiiinn…enak bangeeeeett….sssshhh…….”aku menceracau nikmati jilatan lidah serta hangatnya mulut Linda waktu mengenyot tongkolku. Benar-benar menggairahkan lihat bibir serta lidahnya yang merah menyapu lembut kepala serta batang kelelakianku.

Sampai akhirnya….“Liiinn….bibir kamu lembut sekali sayaaaannggg….aku…kach…aku…”“Keluarin sayang…tongkol kamu sudah berdenyut tuh….sudah ingin muncrat

yaaa….”“I…iiy…iiyyaaa….Liiiiinnnnnnnnn….Ouuuuufuffffff…..argggghhhhhhhhhh…..”Tak bisa kutahan kembali. Bobol telah pertahananku. Crottt…..crooottt….crooootttt…Spermaku muncrat sejadi-jadinya di muka, bibir serta dada Linda. Tanganhalus Linda tidak berhenti mengocok batang kejantananku, seakan ingin melahap habis cairan yang kumuntahkanOhhhh…….my dream come true….. Obsesiku tercapai…pagi ini saya muncratin pejuhku di bibir serta muka Linda.“Lin…kamu tidak geli sayang…? Bibir, muka sama dada kamu kenas permaku?”Linda menggeleng dengan pandangan sayu.

Tangannya masih mainkan tongkolku yang dikit melemas.“Kamu baru pertam kali kan, mainin koto orang tidak hanya suami kamu?”“Iya, Ndrew. Tetapi kok saya senang ya…terus jelas, berbau sperma kamu seger banget…kamu rajin jadi buah sama sayur ya?” bertanya Linda.“Iya…kalo tidak begitu, Indahmana ingin nelen sperma saya.”“Aihhh….” Linda terpekik. “Indah ingin nelen sperma?”Aku mengangguk. “Keapa Lin? Ingin tahu sama rasa-rasanya? Lha itu spremaku masih tetap meleleh di muka sama dada kamu.

Coba saja rasa-rasanya,”sahutku.“Mmmm…ccppp…ssllrppp….” terdengar lidah serta bibir Linda mencicipi spermaku. Dengan jarinya yang lentik, disapunya spermaku yang tumpah didada serta mukanya, lalu dijilatnyajarinya smape bersih.Hmmm….pada akhirnya spermaku masuk dalam tubuhnya…“Iya, Ndrew, sperma kamu kok enak ya.

Saya tidak ngerasa enek cocok nelen sperma kamu…””Mau lagi….?”“Ih…kamu tuh ya…masih kurang, Ndrew?”“Lha kan baru oral belumlah masuk ke meqi kamu, Lin.” Sahutku…”Tuh, liat…bangun kembali kan?”“Dasar kamu ya….””Benerkamu tidak ingin spermaku ? Ya sudah jika begitu, saya ingin bersih-bersih dahulu.”ancamku sekalian bangun dari kursi.“Mau sih…Cuma takut jika Indah dateng…gimana donk….”Linda merajuk.

Perlahan-lahan kuhampiri Lida, kuminta ia duduk di sofa, sekalian ke-2 kakiya diangkat mengangkang.Kulihat meqinya yang licin sebab cairan cintanya meleleh karena tindakan jariku.“Hmmm…Lin…meqi kamu masih tetap basah…kamu masih tetap horny dong…”tanyaku.“Udah, Ndrew….cepetan deh…nanti istrimu keburu dateng…Lagian saya udah…Auuuwwww….!!!! Ohhh..Shhhhh…….”Linda memiawik waktu lidahku menari diujung klitorisnya.“Ndrewwww…kamu gilaaa yaaa…”bisiknya samil menjambak rambutku.

Kumainkan lidahku dikelentitnya yang sudah membengkak. Jari ku menguak bibir vagina Linda yang makin membengkak. Perlahan-lahan kumasukkan telunjukku, mencari G-spotnya.Mengakibatkan mengagumkan. Linda semakin meronta serta mendesah. Jambakannya semakin kuat. Cairan birahinya semakin membasahi lidah serta mulutku. Tentunya perihal ini tidak kusia-siakan.

Kusedot kuat supaya saya bisa menelan cairan yang meleleh dari vaginanya. Ya…aroma vagina Linda lainnya dengan aroma vagina istriku. Walau kedua-duanya tidak bau amis, tetapi ada sensasi sendiri waktu kuhirup aroma kewanitaan Linda.“C’mon..Ndrew…I can’t stand…ochhh…ahhhhhh…shhhh……c’mon honey….quick…quick….”Aku memahami, pergerakan pantt Linda semakin liar. Semakin kencang. Kurasakan juga meqinya mulai berdenyut…..seentar kembali ia meledak, pikirku.

“Ting…tong…”bel rumahku berbunyi.“Mas…..mas Andrew….”suara wanita dimuka menyebut namaku.Langsung kulepaskan jilatanku. Linda melihat wajahku dengan muka pucat. Saya juga melihat mukanya dengan jantung berdebar.“Ndrew..kok kyaka nada Rika ya…”Linda bertanya“Wah..ingin ngapain ia kesini…..kritis dong…”ucapku ketakutan. “Udah Lin, kamu masuk kamarku dahulu deh…cepetan…”

Selekasnya Linda berjingkat masuk ke kamarku, mungkin sekalipun bersihkan tubuhnya sebab dikamarku ada kamar mandi. Saya tahu ada sebersit ekspresi sedih di mukanya, sebab Linda hampir meledakkan orgasmenya, yang terputus oleh kehadiran Rika, sahabatnya sekaligus juga teman dekat istriku.

Sesudah kupakai kaos serta celana yang kuambil dari almari serta bersihkan muka dikit, saya ke arah ke ruangan tamu, buka pintu.

“Halo, mas….’Pa berita..?” sahut Rika demikian melihatku buka pintu.“Baik, dik. Mari masuk dahulu. Tumben nih pagi-pagi, sepertinya ada yang terpenting?” tanyaku sambil ajak Rika ke arah ruangan tengah.Mataku dikit terbelalak lihat bajunya. Bagaimana tidak?Kaos ketat melekat dibadannya, digabungkan dengan celana spandex ketat berwarna putih.

Saya lihat lipatan cameltoe di selangkangannya mengisyaratkan jika didaerah itu tidak ada bulu jembutnya, serta waktu saya berjalan dibelakangnya, tidak kulihat garis celana dalam mebayang di spandexnya.Hmm…mana mungkin ia tidak pakai CD..mungkin pakai G-string, pikirku.Kami berdua selekasnya ke arah ruangan tengah.

Untung saja, film bokep yang saya setel sudah tuntas, jadi Rika tidak sudah sempat lihat film apakah yang tengah saya setel.“Ini lho mas, saya ingin anter oleh-oleh. Kan tempo hari saya baru dateng dari Jepang. Nah, ini saya bawain ….dikit bawaan lah, untuk kamu sama Indah.

Itung-itung membagi kesenangan.”“Wah…tengkyu sekali lho…kamu baik banget”“Ah, biasa saja lageee..hehehe”Kami berdua sesaat ngobrol-ngobrol, sebab memang telah berapa bulan Rika tidak bertandang ke rumahku. Rika ini ialah salah satunya teman dekat istriku, tidak hanya Linda.Diam-diam, akupun ikut terobsesi bisa nikmati tubuhnya.

Ya, Rika seseorang wanita yang mungil. Tinggi badannya tidak lebih dari 155cm. Banding dengan tinggiku yang 170. Warna kulitnya putih, tetapi condong kemerahan. Hmm..saya seringkali berkhayal kembali ngent*tin Rika, sekalian saya gendong serta saya rajam memiawnya dengan tongkolku. Tentu ia merintih-rintih nikmati hujaman tongkolku…

“Hey…bengong aja…ngeliatin apakah sich..” tegur Rika.“Eh…ah…anu…enggak.

Hanya kembali mikir, kapan ya gw dapat berjalan-jalan sama kamu…”Eits..kok ngomongku melantur berikut sich. Aduh…gawat deh…“Alaaa..mikirin berjalan-jalan apalagi ngeliatin suatu?” Rika melirikku dengan pandangan menyelidik.Mati aku…berarti waktu saya ngeliatin bodinya, ketahuan dong jika saya melototin selangkangannya. Wah….“Ya sudah, mas. Saya pamit dahulu, setelah Indah pergi.

Lagian,dari barusan kamu ngeliatin selalu. Ngeri aku…ntar diperkosa sama kamu deh..hiyyy…” Rika bergidik mengambil ketawa.Saya Hanya tersenyum.“Ya sudah, jika kamu ingin pamit. Saya tidak dapat ngelarang.”“Aku numpang pipis dahulu ya.”Rika ke arah kamar mandi di samping kamarku.“Iya.”

Pas saatRika masuk kamar mandi, sekalian berjingkat Linda keluar dari kamarku.Saya terperanjat, serta selekasnya memerintahnya masuk kembali, sebab takut ketahuan. Nyatanya CD Linda tertinggal di kursi tadi didudukinya waktu tengah saya jilat memiawnya.

Astagaaa…untung Rika tidak ngeliat…atu jangan-jangan ia sudah simak, karena itu sudah sempat melemparkan pandangan menyelidik? Entahlah…“Cepeeeett..mengambil trus ke kamar kembali.”perintahku sekalian berbisik.Linda mengangguk, selekasnya menyambar Cdnya dan…

“Ceklek….!”Pintu kamar mandi terbuka, serta waktu Rika keluar, kulihat mukanya terperanjat lihat Linda berdiri terpaku didepannya sekalian menggenggam celana dalamnya yang belum dipakainya. Ditambah kondisi Linda yang cuma memaki kaos, tapi di bawah tidak menggunakan celana jeansnya. Akupun terperanjat, serta berdiri terpaku.

Hatiku berdebar, tidak tahu apakah yang perlu kuperbuat atau kuucapkan. Semua berlangsung dalam tempo yang begitu singkat serta tidak terelakkan. Kepalaku berasa pening.

“Linda…? Kamu kembali ngapain?” Rika menanyakan dengan muka bingung campur kaget.“Eh…anu…ini lho…”kudengar

Linda gelagapan menjawab pertanyaan Rika.“Kok kamu megang celana dalam? 1/2 telanjang kembali?” selidik Rika. “Oo…aku tau…pasti kamu berdua kembali melakukan perbuatan yaaa…?”“Enggak Rik. Ngaco kamu, orang Linda kembali numpang dandan di kamarku kok.” Sergahku membela diri.“Trus, jika memang numpang dandan, ngapain ia diruangan ni, pakai bawa serta celana dalam kembali.” Sudah begitu telanjang juga. .Hayo!!!” Rika menanyakan dengan galak.“Sini simak.”

Rika mendekati Linda serta cepat merampas celana dalam yang dipegang Linda, tiada perlawanan dari Linda.“Kok basah…?”Rika mengernyitkan keningnya. “Nhaaaaa..bener kan…hayooooo….kamu ngapain…?””udah deh, Rik…emang bener, saya kembali ingin ML sama Linda. Belumlah sempat saya ent*t, sich. Baru saya jilat-jilat memiawnya, keburu kamu dateng.” Saya menyerah serta pilih menuturkan apakah yang baru saja saya kerjakan. “Kamu tuch ya…udah miliki istri masih tetap suka yang lainnya.

Ini cewek ikut sama saja, gatel ngeliat suami sahabatnya sendiri.” Rika memaki kami berdua dengan muka merah padam.“Terserah kamu lah…kamu ingin laporin saya sama Linda ke polisi…silakan. Ingin laporin ke Indah…terserah….”ucapku pasrah.“Hmm…kalo saya laporin ke Indah…kasian ia. Kelak ia kaget.Jika ke polisi….ah…ngrepotin.” Rika meninmbang-nimbang apakah yang akan dikerjakannya.“Gini saja mas. Saya tidak laporin ke mana-mana.

Tetapi ada syaratnya.” Rika memberi penawarannya kepadaku.“Apa syaratnya, Rik?”“Nggak berat kok. Mudah sekali serta gampang.”“Iya, apaan syaratnya?” Linda turut bertanya“Terusin apakah yang kamu berdua barusan lakukan. Saya duduk di tempat ini, tonton. Bagaimana?”“WHAT?” saya serta Linda berteriak bebarengan. “Gila lu ya, waktu ingin tonton orang kembali ML?”“Ya terserah kamu.Ingin pilih mana…?”Rika mencibir dengan senyum kemenangan.

Saya serta Linda sama-sama berpandangan. Kuhampiri Linda, kubelai tangan serta rambutnya. Linda seakan mengerti serta menyepakati prasyarat yang diserahkan Rika.Selekasnya saja kulumat bibirnya yang ranum serta tanganku meremas pantatnya yang sekel. Linda selekasnya buka kaosnya.Sekalian selalu berciuman serta meremas pantatnya, kubimbing Linda ke arah sofa. Kurebahkan dia dari sana, serta dengan cekatan dilepaskannya kaos serta celana ku hingga saya saat ini telanjang bundar di depan Linda serta Rika.

Saya melirik Rika, yang duduk menyilangkan kakinya. Kulihat mukanya menegang seperti tegangnya tongkolku. Saya tersenyum-senyum kearahnya, sekalian mainkan serta mengocok-ngocok tongkolku, seakan akan menunjukkan kejantananku.“Ayo, ndrew…cepetan deh…udah tidak tahan, honey…”Linda mendesah. “Biarin saja si Rika…paling ia ikut sudah basah.”“Enak saja kamu katakan.”sergah Rika. “Udah buruan, saya ingin simak seperti apakah sich kalian jika ML.”
Saya memandang mata Linda yang mulai sayu serta tersenyum.

Sesudah melepas semua bajunya, sempurnalah ketelanjangbulatan kami berdua. Tidak sabar, selekasnya kusosor memiaw Linda yang begitu becek oleh lendir birahinya.

“Achhhh….sshhhh….ooouufffffggg…Andreeeeewwwwww….”Linda menjerit serta mengeluh terima serangan lidahku. Pantatnya tersentak keatas, ikuti irama permainan lidahku.Hmmm…nikmat sekali. memiawnya bau fresh, sinyal jika memiaw ini begitu tertangani. Serta yang membutku girang ialah lendir memiawnya yang meleleh deras, bersamaan dengan semakin kuatnya goyangan pinggulnya.

“Hmmmppppppff…Andrew…Andrew…sayaaaanngg.. akh…akh…akkkkkuu…”Linda selalu mendesah. Nafasnya tersengal-sengal, seakan ada suatu yang mendesaknya.‘Akku……mmmhhhhh…ssshhh….”“Keluarin sayang….keluarin yang banyak…..”aku berbisik sekalian jari tengahku selalu mengocok memiawnya, serta jempolku menggesek itilnya yang sangatlah keras. Baik itil ataupun memiaw Linda telah betul-betul berwarna merah, begitu basah karena lendirnya yang meleleh, sampai membasahi belahan pantat serta sofa.

Selekasnya kegiatan tanganku kuganti dengan jilatan lidahku kembali. Perihal ini membuatpaha Linda menegang, tangannya menjambak rambutku, sekaligus juga membenamkan kepalaku di tengah jepitan pahanya yang menegang. Saya rasakan memiawnya berdenyut, serta ada lelehan cairan hangat menimpa bibirku.

“ANDREEEEEEWWWWWWW…..AAAAACCCCHHHHHHHHH……”Linda menjerit keras sekali, menjepit kepalaku dengan pahanya, mendesak kepalaku di selangkangannya serta berguncang hebat sekali.Tidak kusia-siakan lendir yang meleleh itu. Kusedot semua, kutelan semua. Ya, saya tidak ingin buang lendir kesenangan Linda.

Sedotanku pada memiawnya membuat guncanganLinda semakin keras…dan pada akhirnya Linda terdiam seperti orang kejang. Tubuhnya kaku serta gemetaran.“Oooohhhh…Ndreww…aaachhh…..”Linda menceracau sekalian gemetaran.“Enn..en….Nik…mat…bangeth….sssse….dothan…sama jhiilatan kkk…kamu…”

Kulihat Linda tersenyum dengan muka senang. Selekasnya kuarahkan bibrku melumat putingnya yang keras serta kemerahan. Walau telah melahirkan serta menyusui dua anak, payudara Linda begitu tertangani, kencang. Serta putingnya masih tetap berwwarna kemerahan.

Siapa lelaki yang tahan lihat warna putting semacam itu, apalgi saat ini puting merah itu betul-betul masih tetap keras serta mengacung walau pemiliknya baru saja meraih orgasme.“Shhh…Dreeewwww…iihhhh…geli….” Lnda menggelinjang waktu kuserbu putingnya. Saya tidak memedulikan rintihannya. Kulumat putingnya dengan ganas hingga tubuh Linda mulai mengejang kembali.

“Acchhh….Andreww….sayaaaannggg…”Linda mendesah. “Terus sayang…iss…ssseeeppp…pen….til…kuhh…ooofffffhhhhhhhhh……”

Tiada aba-aba, selekasnya kusorongkan tongkolku yang sudah mengeras seperti kayu ke memiaw Linda. Blessss…….“Ahhhhkkk…..mmmmppppfff…..ooooooggggghhhh….”pantat Linda tersentak kedepan, bersamaan dengan menancapnya tongkolku di mekinya. Kutekan tongkolku semakin dalam serta kuhentikan sesaat dari sana. Berasa sekali memiaw Linda berkedut-kedut, meskipun termasuk super becek.“Ayo, nDrew…..gocek tongkol kamuh….akk….kkuuuu….sudah mau…keluarrrrr…laggiiiihhh…”Linda mendesah meminta.

Selekasnya kugocek tongkolku dengan ganas. “crep.crep…cplakkk….cplaakkkk…cplaakkkk….” suar gesekan tongkolku dengan memiaw Linda yang telah basah kuyup nyaring terdengar.

Tidak lupa kulumat bibirnya yang ranum, serta tanganku menggerayang memilin nikmati payudara serta putingnya.Tidak lama kemudian kulihat mata Lnda terbalik, Hanya tampak putihnya. Kakinya dilipat mengapit pinggul serta pantatku. Tangannya memeluk ubuhku erat.

“AN…DREEEWWWW…….OOOOGGGHHHH…>AAAKKKKKKKKKKKK….” Linda menjerit keras serta sesaat terdiam. Tubuhnya bergetar hebat. Berasa di tongkolku denyutan memiaw Linda…sangat kuat. Berdenyut-denyut, seakan akan memijit serta memaksa spermaku untuk selekasnya mengguyur menyiram memenya yang mengagumkan becek.
Semakin kuat kocokan tongkolku di dalam memiaw Linda, semakin kencang juga pelukannya.

Nafas Linda ketahan, seakan tidka ingin kehilangan moment-moment indah meraih puncak kesenangan.Sebab denyutan memiaw Linda yang membuatku nikmat, ditambah perasaan hangat sebab uyuran lendir memiawnya, saya juga tidak tahan. Ditambah ekspresi mukanya yangmemandang wajahku dengan mata sayu akan tetapi tersirat kenikmatan yang maat begitu.

“Ayo nDrew…keluarin pejuh kamu…keluarin dimemiawku….”Linda meminta.“Kamu tidak papah saya tumpahin pejuh di rahim kamu?”tanyaku sekalian terengah-engah.“No masalah honey…aku safe kok….”sahut Linda. “C’mon honey..shot your sperm inside…c’mon honey….”

LIN……LINDAAAA…..LINDAAAAAAAA….ARGGGGGGHHHHH…”aku rasakan pejuhku menekan. Kupercepat kocokanku, serta Linda ikut mengencangkan otot memiawnya, mengharap supaya saya cepet muncrat.AAACCHHHHHHH………..” Jrrrrrooooooooootttt…..jrrrrooooooooottttt..jrrrroooooottttt…..tidak kurang dari tujuh kali semprotan pejuhku.

Sangat banyak pejuh yang kusemprotkan ke rahim Linda, hingga dia tersentak. Kubenamkan dalam-dalam tongkolku, sampai berasa kepalaku speerti masuk liang ke-2.Ah….nyatanya tongkolku dapat tembus mulut rahimnya. Bermakna pejuhku langsung mendobrak rahimnya.Ohhh…nDrreeeww…enak sayang….nikmat, sayaaannggg…offffffghhhh……” Linda mendesah kembali. “Uggghhh…hangat sekali pejuh kamu, Ndrew…” kata Linda.Sesudah beristirahat sesaat dengan menancapkan tongkolku dalam-dalam, dengan mendadak kucabu tongkolku.“Plllookkkkk….”

Kupandangi memiaw Linda yang masih tetap membengkak serta merah denganlubang menganga. Linda selekasnya merubah tempat duduknya dan…ceeerrrrrr……pejuhku meleleh. Selekasnya saja jemari Linda mencapai serta mengorek bibir memiawnya, mengawasi supaya pejuhku tidak tumpah kesofa. Mengakibatkan, telapak tangan Linda belepotan penuh dengan pejuhku yang sudah bercampur lendir memiawnya.

Dengan pejuh di telapak tangan kanannya, Linda memakai jari tangan kirinya,mengorek memiawny untuk bersihkan memiawnya dari bekas pejuhku.“Brani kam telen kembali?” tantangku.“Idih…syapa takut….”Linda balas menantangku. “Nih simak ya….”Clep…dijilatnya telapak tangan yang penuh pejuhku…“MMmmmm….slrrpppp….glek….aachhhh….” Linda terlihat senang nikmati pejuh ditangannya.“Hari ini kenyang sekali aku…sarapan pejuh kamu duakali..hihihihi…”Linda ketawa geli.“Tuh…masih ada bekasnya ditangan.

Mbelum bersih.” Sahutku.“Tenang, nDrew..bekasnya buat…ini.” Sekalian berkata demikian, Linda ambil beberapa pejuhku serta mengusapkannya diwajahnya.“Bagus lho buat wajah…biar tetep mulus…”sahut Linda sekalian mengerling genit.“Astagaaaa….kamu tuch, Lin…diem-diem ternyata…”kataku terperanjat.“Kenapa…? Kaget ya?”“Diem-diem, muka alim..tetapi jika masalah birahi liar ikut ya..”“Ya iyalaaahhh..hare gene, Ndrew…orang enak kok tidak diterima.”

”Tau begitu barusan saya semprot di uka kamu saja ya..” sesalku“Iya ikut sich..sebenernya saya ingin kamu semprot. Hanya saya dah tidak dapat ngomong lagi…nahan enak sich..lagian saya ingin merasakan semprotan pejuh kamu di memiawku.” Linda tersenyum“Eh, Ndrew…ssstttt…coba simak tuh…jailin yuk…..”ajak Linda
Ya ampuuunnnn…aku lupa jika aktivitasku tengah diamat Rika.

Selekasnya kulirik Rika, yang nyatanya tiada kami sadari tengah melakukan aktivitas sendiri. Tangannya menggosok-nggosok sapndexnya, yang mulai membasah. Kulihat lekukan cameltoenya makinbesar, semakin besar dari yang kulihat diruang tamu. Tanda-tanda jika Rika ikut sudah dirundung birahi.

Linda mencolek tanganku, rupanya dia ingin mengerjai Rika. Saya sepakat. Sekalian berjingkat, saya serta Linda mendekati Rika. Selekasnya tangan Linda yang masih tetap ada bekas pejuhku dioles-oleskan kemuka serta bibir Rika.“MMppphhhh…..fffggghhh…..” Rika langsung terperanjat serta hentikan aktivitasnya. “apaan nih…kok seperti berbau pejuh…?”“Udahlah Rik….saya tahu kamu ikut ikut-ikutan horny, ngeliat saya dientt sama mas Andrew.” Linda tersenyum-senyum genit.“AH…aku…eeehh….anuu….” Rika gelagapan kehabisan beberapa kata.“Rik…gkalo kamu ikut horny, tidak papah kok…aku masih tetap kuat.” Tantangku. “Tuh, kamu simak. Kon tolku masih tetap dapat bangun.”Ya, meskipun telah menyemprotkan amunisinya 2x permainan, kon tolku mash berdiri meskipun tidak sekeras waktu ngenttin Linda.

Malah saat ini kon tolku berdenyut serta mengangguk-angguk, seakan menyepakati usulku serta Linda.“Tuhhh, Rik. Kon tolku manggutmanggut.”sahutku.“Tapi kelak jika Indah pulang bagaimana?” bertanya Rika.“Don’t worry, honey. Jika memang kepergok, kelak saya membantu jelasin ke Indah.” Hibur Linda. “Soalnya, dulu-dulu saya sempat becandain Indah, bagaimana jika sesekali saya minjem tongkol suaminya.”“Trus, Indah katakan apakah?” Rika ingin tahu.“Mmmm.ia sich tidak katakan iya tetapi ikut tidak katakan tidak.”jawab Linda. “Dia hanya ngomong, ya jika kamu tidak malu sama Andrew, terserah kamu.

Tetapi jika Andrew ketagihan, kemungkinan tanggung sendiri lho. Begitu kata Indah.”“Oooo…..” Rika terlongong dengar keterangan Linda. Saya juga terperangah. Jadi……ternyata…..???? jangan-jangan mereka berdua memang menyengaja kesini…atas suruhan Indah….

Tidak pakai lama selekasnya kulumat bibir Rika yang mungil.“Mmmpphhh…mmppfff……..aaahhhh…”Rika mendesah….”Andrewww…puasin saya sayang……guyur saya dengan pejuhmu seperti Linda tadi….oooccchhhhh…..”Aku selalu melumat bibirnya..lehernya yang tahap serta mulus…kujilat juga telinganya yang membuat Rika merinding serta tersengal-sengal.

Nyatanya salah satunya titik rangsangannya adala teling.Linda menolong melepas spandex Rika.

Dan…oouuuwww…pantesan di selangkangan Rika tampak seperti terbelah. Rupanya ia menggunakan G-String yang segitiganya cuma dapat menutupi itilnya. Selebihnya…terlihat bibir me meknya telah membengkak kemerahan serta basah kuyup oleh lendirnya. Kulihat me mek Rika sama juga dengan Linda…bersih dari bulu jembut, hingga ha ini membuat kon tolku langsung tegak mengeras kembali.

Linda ikut menolong Rika melepas G-String, kaos serta Bhnya. Seakan Linda tidak ingin Rika disibukkan oleh kegiatan lainnya yang kurangi kesenangan bercinta.

“Ohhh…nDreeww,,,,sssshhhhh….hhhaaaaaarrrggghhh….mmmppphhhhh…..”Rika merintih-rintih sekalian mennggelengkan kepalanya waktu bibirku turun ke putingnya. Payudara Rika lebih kecil dari Linda, mungkin cuma 34B, dibanding punya Linda yang 36C.

Putingnya berwarna coklat muda, tegak keras mengacung, seakan menantangku untuk selekasnya melahapnya.

Dan…hap….kusedot putting kiri, sesaat tangan kananku meremas payudara samping kanan serta memilin putingnya.“Auuuccchhhh..Anddreewwww…ampunnnn…amppuuuuuunnnnn…..”Rika berteriak meredam nikmat waktu jari tangan kiriku telusuri memiawnya.

Kumasukkan jari tengahku sekalian jempolku menggosok itil Rika yang begitu keras.“Rik…kon tol Andrew diusap dong…biar cepet keras…” tutur Linda. Selekasnya tiada diperintah 2x, Rika selekasnya mencapai kon tolku, menyeka serta mengocok bergantian.“Uffff…Rika sayaaanng…akhirnya kon tolku terkena kamu yaaa…”aku mendesah meredam nikmat.

Nyatanya Rika begitu trampil dalam soal kocok mengocok, hingga tidak butuh waktu lama kon tolku telah sekeras kayu kembali, mengkilat kemerahan.Tidak sabar selekasnya kubalikkan badan Rika, hingga tempatnya saat ini nungging didepanku. Lututnya bertopang pada sofa panjang, hingga punggungnya meliuk, meningkatkan sexy tempatnya waktu itu.

Dengan pantat membulat, terlihat bibir me mek Rika merekah merah serta berkilat licin oleh cairan birahinya. Tidak tahan, kuserbu me mek Rika, kujilat itilnya serta kukorek liangnya dengan jari-jariku.

“Arggghhh…Andrew….oohhhh….nik..mat…sss…sseekkk..kali……say….yaannnghhh….”Rika menjerit sekalian tersengal.

Napasnya mengincar.“Akk..kku…hammm..ppir sampai, honey…”Rika selalu mendesah.Ah…ternyata Rika tidak sanggupbertahan lebih lama kembali. Berasa sekali dibibirku, suhu me mek Rika semakin panas, serta lendir cintanya makin bertambah banyak mengalir.Selekasnya saja kuarahkan batang kon tolku yang menanti giliran, merojok me mek Rika.

“Ugghhhh……aaacccgghhhhhh…Andreeeewwww………”pantat Rika tersentak terima hunjaman kon tolku yang demikian tidak diduga.Sangat nikmat me mek Rika. Walau saling becek serta dapat berdenyut, saya rasakan sensasi lainnya dibanding me mek Linda.Lama-lama semakin berasa me mek Rika berdenyut-denyut.

Tidak ada nada yang keluar dari bibir Rika, terkecuali erangan serta rintihan. Kurasakan otot di sekitar pantat serta selangkangannya mengejang serta tiba-tia Rika mendesak pantatku sekalian melolong….

“OOOOUUUWWWWWW….ANDREEEEEEEWWWW…..UUUUUUUFFFFGGGGHHHHHH…..”Nafas Rika ketahan, serta kupercepat hunjaman kon tolku, seakan menggempur me mek Rika terus-menerus.

Ahh…..begitu hangat lendir birahi yang mengalir, bahkan juga sampai meleleh membasahi pahaku serta paha Rika.Rika masih menggoyang-goyangkan pantatnya, hingga membuatku semakin bernafsu mengecoh kon tolku saat me meknya yang becek akan tetapi sempit.

“C’mon honey…shot your sperm inside my mouth….,”Rika melihat serta menatapku dengan mata sayu seakan meminta supaya kusemprotkan spermaku dimulutnya.“Ohhhhh….aaaawwwgghhh….Rikaaaaa…me mek kamu kok ennnnaaakk bangethhh sssssiiiccchhh….,

”aku menceracau sekalian selalu memajumundurkan pantatku “Ngeliat pantat kamu yang bulet..ddaannn…putih…eeegghhhh….bikinnhh….aakkk…..kkkuuuu….pengennnnhhhh….ngecreettthhh…….aaarrrrggghhh….RIIIKKKAAAAAAAAAA……,”aku berteriak keras sekalian mencabut tongkolku.

Langsung Rika mencapai kon tolku, mengocoknya sekalian menyedot kepala serta batangnya.

“C’mon…ayo Ndrew…keluarin pejuhmu…..”“Aku ingin merasakan pejuh kamu….”Linda juga tidak tinggal diam. Dia berbaring telentang dibawahku serta menjilat perineumku, seakan tahu jika itu ialah daerah “mati”ku. Ya, saya sangat tidak tahan jika perineumku dijilat.AAAARRRGGGHHHH….LINDAAAAAA….hilang ingatan kamu….aaarrrghhhh…..nnnniiikk…mathhh..bangetttt…..”“Aku tidak tahan, Rikaaa…Lindaaa….sayangku cintaku…..”Dan…..crrroooooottt….crroooootttt…..“Haeeppphh…eeelllppphhhhh….hhhmmmppphhhhh…..”suara dari mulut Rika.

Terlihat ia gelagapan terima semburan spermaku, tidak kurang dari 5semburan kencang serta banyak…

“Aaaahhh…..ooouuffhh….auuww…ooouuww…udah Rik…udah…udah…jangan diisep teruss…gelllliiii…..”aku meringis kegelian sebab Rika tetep menyedot tongkolku, seakan tidak ikhlas jika pejuhku tidak keluar selesai. Seakan ingin nikmati pejuhku sampai tetes paling akhir.

“Hmmm…udah senang kamu Rik?” bertanya Linda sekalian bibirnya mengecap-ngecap pejuhku yang menetes ke mukanya.“Ahh…gila ikut si Andrew ya…”sahut Rika. “memiawku rasa-rasanya penuh sekali. Manakah kon tol ia panjang kembali.

Terasa mentok di rahimku sepertinya.”“Liang kamu tidak dalam sich Rik,” timpalku. “Tapi asik kok rasa-rasanya. Nyatanya memiaw kalian sama2 tidak dalam ya…”“Thanks sekali ya untuk kamu berdua, sudah ingin bantuin saya,”ucapku.“No masalah, dear Andrew,” sahut Rika serta Linda hampir bertepatan.“Gimanapun, kamu kan suami sahabatku, bisa dong jika sama-sama bantu…”sahut Rika.

Kami juga bercanda sesaat sebatas melepas capek. Serta sekalian masih bertelanjang, kupersilakan Rika serta Linda ke ruangan makan sekedar untuk minuman fresh. Kulirik, jam tunjukkan waktu jam 11.37 siang, tanda-tanda tidak lama kembali istriku serta anak-anak akan selekasnya hadir. Mereka berdua juga selekasnya bersihkan diri dari sisa-sisa lendir serta sperma yang membasahi me mek ataupun muka mereka. 


“Ok Ndrew…aku pamit dahulu ya…,”Rika pamit sekalian mengecup bibirku. “Daaa, sayang…”“Mmmuuaachh…,”Linda memagut bibirku lama, seakan tidak ingin kehilangan peristiwa yang begitu dahsyat. “Bye, Ndrew…,”Linda ikut berpamitan. “Salam buat Indah ya…tapi janganlah katakan lho, jika kamu habis bagi-bagi pejuh…xixixi..” Rika serta Linda cekikikan sekalian berjalan keluar.“Ok, hon…don’t worry…thanks ya…”sahutku sekalian melambaikan tangan serta mengantarkan mereka ke pagar.

Ah, begitu bahagianya saya, nyatanya dua teman dekat istriku tidak keberatan olah seks denganku, yang sampai kini cuma khayalanku, sekarang sudah jadi fakta.Thanks buat Rika serta Linda…kuharap kalian tidak bosen, sebab akupun tidak akan sempat jemu nikmati tubuhmu.

Selasa, 25 Desember 2018

Cerita Dewasa Titipan Berhadiah Khusus

Cerita Dewasa Titipan Berhadiah Khusus
Namaku Karina, usiaku 17 tahun dan aku adalah anak kedua dari pasangan Menado-Sunda. Kulitku putih, tinggi sekitar 168 cm dan berat 50 kg. Rambutku panjang sebahu dan ukuran dada 36B. Dalam keluargaku, semua wanitanya rata-rata berbadan seperti aku, sehingga tidak seperti gadis-gadis lain yang mendambakan tubuh yang indah sampai rela berdiet ketat. Di keluarga kami justru makan apapun tetap segini-segini saja.

Jumat, 04 Mei 2018

Cerita Dewasa Melayani Nafsu Mama Mertua

Cerita Dewasa Melayani Nafsu Mama Mertua

Cerita Dewasa Kuserahkan Keperawananku Pada Majikanku

Cerita Dewasa Kuserahkan Keperawananku Pada Majikanku

Minggu, 29 April 2018

Cerita Dewasa Keperawananku di Renggut Ayahku

Cerita Dewasa Keperawananku di Renggut Ayahku

Cerita Dewasa Calon Sekertaris Yang Masih Perawan

Cerita Dewasa Calon Sekertaris Yang Masih Perawan

Sabtu, 28 April 2018

Cerita Dewasa Melihat Istriku Selingkuh

Cerita Dewasa Melihat Istriku Selingkuh

Jumat, 27 April 2018

Cerita Dewasa Pembantu Muda Yang Panas

Cerita Dewasa Pembantu Muda Yang Panas

Kamis, 26 April 2018

Cerita Dewasa Akibat Kekecewaan Vivi Terhadap Suaminya

Cerita Dewasa Akibat Kekecewaan Vivi Terhadap Suaminya

Cerita Dewasa Ayu Siswi Berjilbab Toket Menggoda

Cerita Dewasa Ayu Siswi Berjilbab Toket Menggoda
Cerita Dewasa - Perkenalkan, namaku iky, umurku baru 24 tahun dan belum menikah. Meski begitu, aku sudah bekerja, aku seorang guru yang sering melayani konsultasi para siswa di salah satu sekolah SMA swasta di kota kembang. Aku bekerja sudah dua tahun, dan karena masih muda dan wajah serta perawakanku cukup lumayan, aku disukai para siswi. Sering, para siswi sengaja cari-cari perhatian padaku. Kadang, mereka cari-cari alasan untuk konsul denganku, meski itu tak begitu penting. Tapi meski begitu aku melayaninya. Etika profesionalku, membuatku tak bisa menolak permintaan siswa.

Ruanganku ada di pojokan dibawah tangga dekat WC. Saat mata pelajaran berlangsung, jika tak ada siswa konsultasi, ruanganku begitu sepi. Sempat kesal juga kenapa aku ditempatkan di ruangan yang begini sepi, tapi untungnya dengan ini aku bebas melakukan apa saja. Ruanganku ini, bukan yang biasa dilalui para siswa maupun guru. Kecuali ada yang terpaksa ke WC dekat ruanganku yang gelap dan agak rusak, tapi masih bisa digunakan. Jika sedang diruangan, kadang aku bisa nonton bokep dengan suara sedikit keras tanpa takut ketahuan. Sesekali bahkan aku suka coli diruangan itu dengan bebas mendesah. Diruanganku memang selalu ada tisu, sengaja disediakan jika para siswa yang curhat menangis.

Tahun-tahun berlalu, aku melayani konsultasi siswa dengan biasa saja. Bosan, terutama tak ada satu siswi yang cantik dan menghibur masuk ruangan. Sehingga, saat sepi, aku coli dengan membayangkan guru Biologi seumuranku yang aku sukai, tapi sudah bersuami. Aku membayangkan bisa bersetubuh dengannya setiap hari. Guru ini sungguh menggoda, dan membuat fantasiku begitu liar. Kadang aku memperhatikan tubuh dan susunya yang menyembul. Ahhh… andai aku bisa menembus memeknya. Menyemburkan maniku di mulut rahimnya. Tapi tak mungkin sepertinya.

Tibalah aku mendapat siswa baru di tahun ajaran ini. Semua biasa-biasa saja, tak ada yang menarik kulihat. Namun, setelah beberapa bulan, aku melihat salah satu siswi berjilbab dan berkacamata, menarik perhatianku. Dialah Ayu, siswi cantik, putih, berkacamata, berjilbab, mukanya mungil seperti anak gadis kecil namun tingginya sepantaran denganku. Dulu aku tak menyadarinya, namun sekarang aku dibuatnya jatuh hati. Meski susunya tidak terlalu menonjol, bahkan agak keliatan rata, tapi mulut mungil dan wajah manisnya membuatku jatuh hati. Ahhh… namun begitu aku sadar siapa aku, aku mengurungkan niatku memacarinya. Namun, aku sering buka akun Instagramnya, melihat foto-foto manisnya, dan kadang aku tak tahan untuk coli melihat fotonya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Suatu hari ketika aku membereskan beberapa dokumen di ruanganku, pintu ruanganku di ketok.. Cerita Dewasa

tok..tok..tok… Assalamualaikum…

Buka aja, silahkan masuk.. teriakku.

Bapak, lagi sibuk? kata siswi itu. Aku terkejut bukan main, ternyata yang kali ini ke ruanganku adalah Ayu! Aku hanya melongo melihat Ayu di muka pintu. Aku lihat wajahnya yang begitu putih dan manis dihiasi kacamata berbingkai hitam tebal. Jilbabnya yang juga putih menambah kecantikannya. Seragam dan rok SMA nya, membuatku sangat bergairah. Gembiranya bukan main aku didatangi malaikat ini.

Bapak?? Hey?? Kok ngelamun?? kata Ayu mengagetkanku.

ehh.. ehmm,,Ayu.. ada apa yu? Eh,, ini bapak lg nyari sesuatu,,lupa naruhnya,kataku sekenanya, gelagapan karena bingung alasan apa yang aku pakai untuk menutupi kekagumanku pada pesonanya. Silahkan masuk, duduk Yu.. sini.. ujarku kepada Ayu, diikutinya duduk didepan mejaku. Setelah kami duduk berhadapan terhalang meja, aku tanyakan maksud kedatangannya. Mmh.. ada apa Ayu, bisa bapak bantu Ayu? kataku dengan senyum seramah mungkin, dalam hatiku: sini sayang aku entot memeknya..hhihi.

hehe.. sebelumnya makasih pak, Ayu pengen konsultasi nih pak..bapak ada waktu kan buat Ayu? katanya.

Oh tentu Yu, Ayu boleh cerita apa aja, mudah-mudahan bisa bantu.. tapi, ga usah panggil bapak ah.. panggil kakak aja Yu, kita kan masih seumuran..hehhee.. candaku, memecah kekakuan dan ini adalah teknik attending dalam konseling untuk ice breaking.

iiihhhh,,,apaan, Ayu mah ga seumuran.. dasar ih,haha…tapi iya deh kaka..,,hehe.. kaka, aku teh pengen cerita..hmm,,, Ayu membuka pembicaraan, memintaku untuk mendengarkan curhatannya tentang keluarganya yang broken. Ayu merasa begitu tidak tenang dengan kondisi rumahnya yang berantakan. Ayu, ngerasa pengen bunuh diri aja, ka..udah ga nyaman banget di rumah tuh.. hiks..hiks.. air mata Ayu mulai bercucuran, aku lalu mengambilkan tisu mengusapkan ke matanya. Ia mengambil tisu, dan meneruskan bercerita tentang masalah yang dihadapinya. Sekarang, di rumah Ayu, ia hanya sendirian karena anak tunggal, orang tua sering sama-sama menghindar untuk bertemu dan memilih tak ada dirumah.

Ibu Ayu nganggepnya ayah ada di rumah, Ayah Ayu juga sama, ngiranya Ibu ada dirumah, padahal keduanya tuh ga ada kak.. aku sendirian… huuu..hiks..hikss… kali itu Ayu seperti menumpahkan kekesalan dan kesedihannya padaku. Aku memegang tangannya yang halus, memberikan nasihat secukupnya, menenangkan dan menguatkan hatinya. Kadang aku mengusap pundak dan kepalanya, dan sedikit mencandainya. Ayu tersenyum kembali, meski ia teruskan cerita sedihnya. Aku hanya berempati, dan pada waktu seperti ini, aku tahu.. Ayu hanya butuh didengar, bukan diberi masukkan. Karena itu aku menjadi pendengar setianya.

Sampai akhirnya, cerita Ayu berakhir dengan beberapa masukan solusi sederhana yang aku berikan. Ayu berterimakasih padaku, dan seperti senang telah meluapkan segala emosinya. Makasih ya kak.. mudah-mudahan kaka ga bosen denger curhatan aku.. ujarnya sambil tersenyum. Kami saling memandang, saling tersenyum… ohh.. betapa cantiknya bidadari ini.. Aku sengaja memegang tangannya yang halus.. Kami masih saling memandang, Kamu yang sabar aja ya Ayu… semua pasti bisa kamu lalui dengan baik.. kataku sambil tersenyum yang dibalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis. Ah, saat itu aku dan Ayu seperti kekasih yang saling mencintai.

Kalau nggak ada yang mau disampein, Ayu mending kembali ke kelas yah.. kataku.

Oiya, Ayu boleh minta nomer hape kaka? Biar Ayu bisa cerita kapan aja,, kami bertukar nomer handphone.

Ya udah, sekarang Ayu kembali ke kelas ya.. kataku karena tak ada lagi yang ia mau sampaikan.

Iya udah.. Ayu menjawab lemah, dan menunduk seolah kecewa.

Aku mengantarkannya menuju pintu keluar. Saat Ayu, hendak memegang daun pintu, Ayu malah berbalik, dan tiba-tiba memelukku! WOW! Bukan main aku kaget bercampur senang, tenang dan juga horny! Makasih ya kak… tp aku belum mau masuk kelasss.. katanya didadaku, pelukannya malah semakin erat. Aku yang kaget sekaligus senang, mulai perlahan membalas pelukannya. Sialnya, kontolku malah berdiri dan aku yakin dirasakan pergerakannya oleh perut Ayu yang menempel erat denganku. Aku pura-pura mengelus kepala dan punggungnya. Mmmhhh…begitu hangat dan nyaman. Cerita Dewasa

Saat, aku mengelus kepalanya yang tertutup jilbab, Ayu mengangkat kepalanya dan melihat ke wajahku. Entah setan apa yang menghinggapiku, aku malah mendekatkan bibirku ke bibir mungilnya. Perlahan, aku mendaratkan bibirku di bibir mungilnya. Mmmmmhhhhh…. mata Ayu terpejam, namun bibirnya tak bergerak sedikitpun, dan akupun tak memagut bibirnya, hanya mencium bibirnya. Cukup lama bibir kami beradu, tanpa ada jilatan atau pagutan. Mata kami berdua terpejam menikmati gelombang cinta dan nafsu yang kian beradu. Nafas kami saling bersautan, sedikit lebih cepat.

Lalu aku tersadar, dan melepaskan bibir dan pelukanku. Ayu hanya melihatku dengan muka sayu, mata dibalik kacamatanya setengah terbuka, sayu dan malah itu membuatku semakin nafsu. Lalu Ayu mendekatiku, Ka…mmhh Ayu memelukku lagi, dan mendekatkan bibirnya dan matanya langsung terpejam. Karena nafsuku yang begitu tinggi, aku kembali mencium bibirnya dan kali ini aku memagutnya mengemut bibir atasnya, dan perlahan memasukkan lidahku ke mulutnya.

Bukan main kagetnya, ternyata Ayu yang cantik ini membalas, ia mengikuti pagutanku, mengemut bibirku, mengemut lidahku sesekali memasukkan lidahnya ke mulutku. mmmhhh..Kaaa….mmmhhh….mmmuachhh mmmhhhh,,,kaa…mmmmhhh.. desahnya saat aku cium. Kontolku yang tegang di depan perut diatas ujung memeknya, tak sadar aku gesek-gesekkan.

Mhhh…yu,,, mmmuachh.. mmmhh.. mmmuachhh mmhh… aku menciumnya lebih ganas memeluknya erat, dan menyandarkan tubuh Ayu ditembok pinggir pintu. Aku semakin kuat menekan pantatku agar kontolku menempel memeknya. Lalu aku raih kunci pintu sambil tak lepas mencium Ayu, aku kunci pintu ruanganku.

Saat terdengar pintu aku kunci, Ayu menghentikan ciumannya, melihat ke pintu dengan kaget. Dia kira ada yang masuk, tapi ia lalu memandangku kembali, tersenyum padaku karena tau aku yang mengunci pintu. Kini kedua tangannya melingkari leherku, dan kembali menciumku. Tanganku yang memeluknya, turun ke pantatnya, menekan pantanya agak memeknya lebih erat menekan kontolku. aahh.. mmmuaachhhh…Yu..aahhh…mmmhhh saat aku menggesek kontolku yang sudah tegang ke memeknya yang terhalang celana kami.

Setelah lama kami berciuman, Ayu menghentikan ciumannya. Ia melihat wajahku yang sedang menggesekan kontol tepat depan memeknya. Aku emang sedikit berjongkok agar posisi kontolku pas di depan memeknya. Ayu melihat wajahku, tersenyum, dan kedipan matanya melambat. Saat terpejam matanya merapat menikmati gesekan kontolku. Aach, Yu.. gapapa kan? Shhh ahh.. tanyaku saat menggesek memeknya. Ayu hanya tersenyum manis, dan mulai matanya terpejam kembali menikmati gesekanku.

Aku semakin bersemangat menggesek dan menekan kontolku di memeknya. Ayu hanya mengusap wajahku, dan mulutnya mulai terbuka sedikit. Lama-lama, suara Ayu mulai keluar, aah.. kaka.. aahh.. shhhh ah…ka… Ayu mendesah pelan saat aku gesekkan kontolku di memeknya.

Ahh Ayu..kaka sayang kamu,,, mmmhhh ahhh..shhh ahhh.. aku terus menggesek memeknya dengan cepat. Kontolku terasa sakit karena masih terhalang celana, namun menggesek memeknya dengan cepat. Lalu, aku menghentikan gesekanku. Ayu, yang merem melek dan mendesah lalu melihat kearah kontolku dan memandangku sayu. Ayu melihatku heran karena aku menghentikan gesekanku.

Kenapa ka? tanya Ayu melihatku.

Sakit Yu, kaka boleh buka celana kaka yah? sambil aku membuka sabuk celanaku, membuka resleting, dan menurunkan celanaku dan celana dalamku sekalian ampe lutut. Kontan kontolku mengacung dengan kepalanya yang membesar dan menjadi pink karena sudah terangsang.

Ayu kaget melihat kontolku, tapi ia malah memegangnya sebentar, Oh titit teh kaya gini ka.. gede yah..mmhh… sambil mengelus dan kembali melingkarkan tangannya di leherku seperti siap untuk aku gesek kembali. Mukanya masih melihat ke arah penisku yang mengacung.

Aku mulai menepelkan penisku ke roknya, pas di memeknya. Namun, aku tak jadi menggesek, aku langsung mengangkat roknya dengan tangan kananku, lalu langsung menyelipkan tanganku ke celana dalamnya. Aku raba memeknya, aahh… begitu halus dan lembut! Jembutnya belum begitu banyak, belahannya rapat namun sudah basah, tanda iapun horny. mmhh…kak.. shh enak kak.. elus lagi.. mmmhh… desah Ayu saat aku meraba dan mengelus memeknya. Cerita Dewasa

Ayu udah basah ya? Mmhhh.. cangcutnya turunin ya Yu, bisi kotor.. kataku tanpa menunggu persetujuannya memelorotka celana dalamnya hingga lutut.

Ahh..iya kak.. kaka mau apain Ayu? Mau kaya tadi lagi? katanya memandangku sayu saat aku pelorotkan celana dalamya.

Iya Yu, kaka pengen gesek tapi langsung ke memek Ayu, boleh kan? ujarku sambil mengorek memek Ayu.

Ahh.. kaka… shh iya kak.. aww..pelan ngorekinnya.. kata Ayu meringis saat aku mengorek bibir memeknya mencari lendir agak bisa kupakai melumasi kontolku.

Kaka minta lendir Ayu yah, biar ga seret geseknya.. aku korek-korek belahan memeknya, mencari lendir yang keluar di memek Ayu.

Ahh..iya kak.. cepet kaya tadi lagi kak…desah Ayu tak sabar.

[​IMG]
*ilustrasi memek Ayu*

Sedikit lendir yang kudapat dari memeknya aku elus ke kontolku. Aku angkat kembali roknya sampai kelihatan memeknya yang ternyata putih dengan bulu halus yang tak banyak. Belahannya pink, basah karena ku gesek dan ku korek. Lalu aku mendekatkan kontolku ke memek Ayu. Aku tempatkan kontolku di belahan memeknya, aaahhhhh betapa hangat dan nikmatnya memek Ayu. aahhh…kaka..shhh aku gemeteran..enak kak..mmhhh kata Ayu saat aku tempelkan kontol di memeknya.

hehe.. enak kan Yu, hmmmhh aaahhhhhhh…sshhhh aaahhhhh..hehehe.. ahhhhmmhh.. aku perlahan menggesekkan kontolku di memek lembut Ayu, sambil memandang mukanya yang keenakkan. Ayu tersenyum padaku disela merem meleknya. Akupun senyum puas bisa menempelkan kontolku di memeknya.

ahhh…kaka.. shhh Ayu sayang kaka.. shhhh ahhh…enakkhhh ka,,terus.. Ayu mulai mendesah pelan saat kugesek belahan memeknya. Kepala kontolku menekan itilnya yang sedikit agak keras. ahh kaka.. sshh..agak teken lagi..shhh ahhh… ceracau Ayu saat menikmati gesekan kontolku.

Ahhh Ayu, enak memek kamu sayang.. aahhh shhh,,kaka pengen entot kamu yu..shhh ahh… desahku sambil ku gesekkan kontolku dan ku mulai remas susunya yang tak begitu besar.

Ahh… kaka…sayang..shhh ahhhh.. ahhhhhh ahhh…oohh cepet kak..

Iyah sayang shhh ahhh… oohhh oohhh sayangg aahhh Ayyuuuuhhh ahhhhhhh….aku semakin mempercepat gesekkanku di memek Ayu. Ayu memeluk dan lalu menciumku ganas.

Muuuacchh mmmhh..mmmhhh..kaka. memek Ayu diapainn ahhhh,,shhh ahhhh enak kaka,,,sshhhmmmmmuahhh…. Ayu menjambak rambutku dan ikut menekan kontolku dengan memeknya yang lalu ia goyangkan.

Aku sontak terkaget dengan goyangan Ayu. ahhhh,,,diem sayang, jangan di goyangin, bisi masuk ke memek,,,aahhh shhh ahhh…Aku tahan pantatnya, aku tempatkan jariku di belahan pantatnya yang dekat ke memek.

Ahh iya ka..maafhhh ahhhh enakk kaaa… aahhh Ayu mau pipiss ahhh lemessshh ahhhhh kakaa.. Ayu mendongakkan kepalanya dan lalu mencium leherku.

ahhh bentar sayang,, ahh kaka bentar lagi ngecrot.. aahhh ahhh ahhh sayang ahhh… aku mempercepat gesekkanku di memek Ayu. Aku lebih menekankankan kontolku di belahan memeknya, dan merasa pertahananku akan jebol. Cerita Dewasa

Ahh… kaka…pipis..ahhh kaka Ayu mau pipiss… ahhhh.. ahh ahh ahhhhhhhhh…. dan lalu tubuh Ayu menggelinjang, melenting kebelakang,dan ada cairan menetes ke lantai. ahhh kakaaaaa…enaaaaakkkkkhhhhhh aahhhhhh…Ayu lemes kaaa…Ayu Pipiss…ahhhhhhh… ceracau Ayu ditengah orgasmenya yang pertama.

Ahhh…Ayu sayang ahhh… kaka keluar… kaka juga mau keluar,,, ahhhh Ayuuuuu aaaahhhhhh ssshhh aaaaaarrrrgggggggghhhh,,,, dan crooot…crooott…crooot…. berkali-kali aku menyemprotkan air maniku yang lalu hinggap di bibir memeknya, di tembok dan kebanyakan di celana dalam Ayu yang tersangkut di lutut.

Ahhh.. kaka keluar yu.. hhee.. Mmmuuuaccchhh…

hhe.. Lemes banget kak, kaya gini.. Ayu baru pertama ngerasain..mmmuahh..mmmhh Ayu lalu memelukku lagi dan mencium pipiku dan lalu bibirku.

Mmuach… Ayu ga marah kan kaka gini ama Ayu? tanyaku memastikan.

Hehe… nggak kok.. enak.. hehe

hhi.. makasih sayang… kaka beneran sayang sama Ayu,,,mmuah aku mencium keningnya yang terhalang kerudung.

Ayu juga ka.. mmhh.. bentar ka.. Ayu pake celana dulu.. Ayu berjongkok, menaikkan celana dalamnya, dan akupun juga menaikan celanaku dan merapihkannya.

iiihhh.. cangcut Ayu basah banget.. pas di memeknya pisan lagii…ahh jadi ga enakeun.. Ayu bersungut-sungut merasakan celananya basah karena tumpahan spermaku.

Mani kaka itu teh, ya udah Ayu buka aja celananya..gausah pake celana dalem.. kataku bercanda.

Ih malu atuh.. eh tapi da pake rok yah.. ya udah ath… tapi Ayu titip di kaka atuh yah, da masa bawa-bawa CD..he.. Ayu menanggapi serius saranku, dan lalu ia membuka celana dalamnya lalu ia pakai mengelap memeknya dan tumpahan maniku di pahanya. Ayu lalu memberikan celananya kepadaku.

Makasih ya sayang.. mmmuah.. aku cium bibirnya lagi, Ayu membalasnya.

Sama-sama ka.. Ayu kembali melemparkan senyum padaku.

Yu, boleh kaka cium memek Ayu gak?

hehe.. ngapain ih.. iya udah sok aja ka.. Ayu mengangkat roknya memperlihatkan memeknya yang merah merekah dengan jembut yang jarang. Cerita Dewasa

Aku berjongkok, memperhatikan memeknya yang putih bersih dengan itil yang masih menonjol. Belahannya pink, merekah.. tak menunggu lama aku cium bibir memeknya, aku emut itilnya dan menjilat belahan memeknya yang legit. Memeknya sedikit bau asem, dan khas bau memek ABG remaja. Aku cium terus memek Ayu, bidadari cantikku.

Hhi.. aahh,, udah kaka.. suka banget sama memek Ayu teh..hee..aah.. ujar Ayu sambil mengelus kepalaku yang sedang menciumi memeknya.

Aku lalu sudahi mencium memeknya, takut ketahuan berlama-lama disini. Ya udah, balik ke kelas ya.. ntar kaka boleh lagi kan gesek memek Ayu? Hehe  kataku.

hehe iya kak.. huum, boleh kak.. Ayu suka.. Ayu merapikan rok panjangnya, dan kerudungnya yang sedikit kacau karena perbuatanku. Lalu Ayu pun membuka kunci pintu, dan lalu keluar Makasih kaka sayang..daahh.. Ayu melambaikan tangan kepadaku dan berlalu menuju kelasnya.

Aku kembali masuk keruanganku, terduduk dan membayangkan apa yang aku lakukan tadi kepada Ayu yang cantik itu. Ahh, serasa mimpi aku bisa menggesek memeknya yang indah. Celana dalamnya yang masih kupegang, aku ciumi dan ku hirup aroma memeknya. Lalu masukkan ke celana dalamku dan ku tempel ke kontolku, ahhh nyaman kontolku di balut celana dalam Ayu.

Baca Juga : Cerita Seks Ayu Siswi Berjilbab Toket Menggoda

Tinut..tinutt,,tinutt.. handphoneku berbunyi tanda ada SMS. Segera ku buka, dan itu dari Ayu!. Kak.. pulangnya anterin yah.. :* sayang kaka.. begitu isi SMS nya. Aku senyum sumringah! Langsung ku balas, Siap tuan putri.. :* sayang Ayu.. message sent.

Rabu, 25 April 2018

Cerita Seks Ayu Siswi Berjilbab Toket Menggoda

Cerita Seks Ayu Siswi Berjilbab Toket Menggoda
Perkenalkan, namaku iky, umurku baru 24 tahun dan belum menikah. Meski begitu, aku sudah bekerja, aku seorang guru yang sering melayani konsultasi para siswa di salah satu sekolah SMA swasta di kota kembang. Aku bekerja sudah dua tahun, dan karena masih muda dan wajah serta perawakanku cukup lumayan, aku disukai para siswi. Sering, para siswi sengaja cari-cari perhatian padaku. Kadang, mereka cari-cari alasan untuk konsul denganku, meski itu tak begitu penting. Tapi meski begitu aku melayaninya. Etika profesionalku, membuatku tak bisa menolak permintaan siswa.

Ruanganku ada di pojokan dibawah tangga dekat WC. Saat mata pelajaran berlangsung, jika tak ada siswa konsultasi, ruanganku begitu sepi. Sempat kesal juga kenapa aku ditempatkan di ruangan yang begini sepi, tapi untungnya dengan ini aku bebas melakukan apa saja. Ruanganku ini, bukan yang biasa dilalui para siswa maupun guru. Kecuali ada yang terpaksa ke WC dekat ruanganku yang gelap dan agak rusak, tapi masih bisa digunakan. Jika sedang diruangan, kadang aku bisa nonton bokep dengan suara sedikit keras tanpa takut ketahuan. Sesekali bahkan aku suka coli diruangan itu dengan bebas mendesah. Diruanganku memang selalu ada tisu, sengaja disediakan jika para siswa yang curhat menangis.

Tahun-tahun berlalu, aku melayani konsultasi siswa dengan biasa saja. Bosan, terutama tak ada satu siswi yang cantik dan menghibur masuk ruangan. Sehingga, saat sepi, aku coli dengan membayangkan guru Biologi seumuranku yang aku sukai, tapi sudah bersuami. Aku membayangkan bisa bersetubuh dengannya setiap hari. Guru ini sungguh menggoda, dan membuat fantasiku begitu liar. Kadang aku memperhatikan tubuh dan susunya yang menyembul. Ahhh… andai aku bisa menembus memeknya. Menyemburkan maniku di mulut rahimnya. Tapi tak mungkin sepertinya.

Tibalah aku mendapat siswa baru di tahun ajaran ini. Semua biasa-biasa saja, tak ada yang menarik kulihat. Namun, setelah beberapa bulan, aku melihat salah satu siswi berjilbab dan berkacamata, menarik perhatianku. Dialah Ayu, siswi cantik, putih, berkacamata, berjilbab, mukanya mungil seperti anak gadis kecil namun tingginya sepantaran denganku. Dulu aku tak menyadarinya, namun sekarang aku dibuatnya jatuh hati. Meski susunya tidak terlalu menonjol, bahkan agak keliatan rata, tapi mulut mungil dan wajah manisnya membuatku jatuh hati. Ahhh… namun begitu aku sadar siapa aku, aku mengurungkan niatku memacarinya. Namun, aku sering buka akun Instagramnya, melihat foto-foto manisnya, dan kadang aku tak tahan untuk coli melihat fotonya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Suatu hari ketika aku membereskan beberapa dokumen di ruanganku, pintu ruanganku di ketok..

tok..tok..tok… Assalamualaikum…

Buka aja, silahkan masuk.. teriakku.

Bapak, lagi sibuk? kata siswi itu. Aku terkejut bukan main, ternyata yang kali ini ke ruanganku adalah Ayu! Aku hanya melongo melihat Ayu di muka pintu. Aku lihat wajahnya yang begitu putih dan manis dihiasi kacamata berbingkai hitam tebal. Jilbabnya yang juga putih menambah kecantikannya. Seragam dan rok SMA nya, membuatku sangat bergairah. Gembiranya bukan main aku didatangi malaikat ini.

Bapak?? Hey?? Kok ngelamun?? kata Ayu mengagetkanku.

ehh.. ehmm,,Ayu.. ada apa yu? Eh,, ini bapak lg nyari sesuatu,,lupa naruhnya,, kataku sekenanya, gelagapan karena bingung alasan apa yang aku pakai untuk menutupi kekagumanku pada pesonanya. Silahkan masuk, duduk Yu.. sini.. ujarku kepada Ayu, diikutinya duduk didepan mejaku. Setelah kami duduk berhadapan terhalang meja, aku tanyakan maksud kedatangannya. Mmh.. ada apa Ayu, bisa bapak bantu Ayu? kataku dengan senyum seramah mungkin, dalam hatiku: sini sayang aku entot memeknya..hhihi .

hehe.. sebelumnya makasih pak, Ayu pengen konsultasi nih pak..bapak ada waktu kan buat Ayu? katanya.

Oh tentu Yu, Ayu boleh cerita apa aja, mudah-mudahan bisa bantu.. tapi, ga usah panggil bapak ah.. panggil kakak aja Yu, kita kan masih seumuran..hehhee.. candaku, memecah kekakuan dan ini adalah teknik attending dalam konseling untuk ice breaking.

iiihhhh,,,apaan, Ayu mah ga seumuran.. dasar ih,haha…tapi iya deh kaka..,,hehe.. kaka, aku teh pengen cerita..hmm,,, Ayu membuka pembicaraan, memintaku untuk mendengarkan curhatannya tentang keluarganya yang broken. Ayu merasa begitu tidak tenang dengan kondisi rumahnya yang berantakan. Ayu, ngerasa pengen bunuh diri aja, ka..udah ga nyaman banget di rumah tuh.. hiks..hiks.. air mata Ayu mulai bercucuran, aku lalu mengambilkan tisu mengusapkan ke matanya. Ia mengambil tisu, dan meneruskan bercerita tentang masalah yang dihadapinya. Sekarang, di rumah Ayu, ia hanya sendirian karena anak tunggal, orang tua sering sama-sama menghindar untuk bertemu dan memilih tak ada dirumah.

Ibu Ayu nganggepnya ayah ada di rumah, Ayah Ayu juga sama, ngiranya Ibu ada dirumah, padahal keduanya tuh ga ada kak.. aku sendirian… huuu..hiks..hikss kali itu Ayu seperti menumpahkan kekesalan dan kesedihannya padaku. Aku memegang tangannya yang halus, memberikan nasihat secukupnya, menenangkan dan menguatkan hatinya. Kadang aku mengusap pundak dan kepalanya, dan sedikit mencandainya. Ayu tersenyum kembali, meski ia teruskan cerita sedihnya. Aku hanya berempati, dan pada waktu seperti ini, aku tahu.. Ayu hanya butuh didengar, bukan diberi masukkan. Karena itu aku menjadi pendengar setianya.

Sampai akhirnya, cerita Ayu berakhir dengan beberapa masukan solusi sederhana yang aku berikan. Ayu berterimakasih padaku, dan seperti senang telah meluapkan segala emosinya.Makasih ya kak.. mudah-mudahan kaka ga bosen denger curhatan aku.. ujarnya sambil tersenyum. Kami saling memandang, saling tersenyum… ohh.. betapa cantiknya bidadari ini.. Aku sengaja memegang tangannya yang halus.. Kami masih saling memandang, Kamu yang sabar aja ya Ayu… semua pasti bisa kamu lalui dengan baik.. kataku sambil tersenyum yang dibalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis. Ah, saat itu aku dan Ayu seperti kekasih yang saling mencintai.

Kalau nggak ada yang mau disampein, Ayu mending kembali ke kelas yah.. kataku.

Oiya, Ayu boleh minta nomer hape kaka? Biar Ayu bisa cerita kapan aja,, kami bertukar nomer handphone.

Ya udah, sekarang Ayu kembali ke kelas ya.. kataku karena tak ada lagi yang ia mau sampaikan.

Iya udah.. Ayu menjawab lemah, dan menunduk seolah kecewa.

Aku mengantarkannya menuju pintu keluar. Saat Ayu, hendak memegang daun pintu, Ayu malah berbalik, dan tiba-tiba memelukku! WOW! Bukan main aku kaget bercampur senang, tenang dan juga horny! Makasih ya kak… tp aku belum mau masuk kelasss.. katanya didadaku, pelukannya malah semakin erat. Aku yang kaget sekaligus senang, mulai perlahan membalas pelukannya. Sialnya, kontolku malah berdiri dan aku yakin dirasakan pergerakannya oleh perut Ayu yang menempel erat denganku. Aku pura-pura mengelus kepala dan punggungnya. Mmmhhh…begitu hangat dan nyaman.

Saat, aku mengelus kepalanya yang tertutup jilbab, Ayu mengangkat kepalanya dan melihat ke wajahku. Entah setan apa yang menghinggapiku, aku malah mendekatkan bibirku ke bibir mungilnya. Perlahan, aku mendaratkan bibirku di bibir mungilnya. Mmmmmhhhhh…. mata Ayu terpejam, namun bibirnya tak bergerak sedikitpun, dan akupun tak memagut bibirnya, hanya mencium bibirnya. Cukup lama bibir kami beradu, tanpa ada jilatan atau pagutan. Mata kami berdua terpejam menikmati gelombang cinta dan nafsu yang kian beradu. Nafas kami saling bersautan, sedikit lebih cepat.

Lalu aku tersadar, dan melepaskan bibir dan pelukanku. Ayu hanya melihatku dengan muka sayu, mata dibalik kacamatanya setengah terbuka, sayu dan malah itu membuatku semakin nafsu. Lalu Ayu mendekatiku, Ka…mmhh Ayu memelukku lagi, dan mendekatkan bibirnya dan matanya langsung terpejam. Karena nafsuku yang begitu tinggi, aku kembali mencium bibirnya dan kali ini aku memagutnya mengemut bibir atasnya, dan perlahan memasukkan lidahku ke mulutnya.

Bukan main kagetnya, ternyata Ayu yang cantik ini membalas, ia mengikuti pagutanku, mengemut bibirku, mengemut lidahku sesekali memasukkan lidahnya ke mulutku. mmmhhh..Kaaa….mmmhhh….mmmuachhh mmmhhhh,,,kaa…mmmmhhh.. desahnya saat aku cium. Kontolku yang tegang di depan perut diatas ujung memeknya, tak sadar aku gesek-gesekkan.

Mhhh…yu,,, mmmuachh.. mmmhh.. mmmuachhh mmhh… aku menciumnya lebih ganas memeluknya erat, dan menyandarkan tubuh Ayu ditembok pinggir pintu. Aku semakin kuat menekan pantatku agar kontolku menempel memeknya. Lalu aku raih kunci pintu sambil tak lepas mencium Ayu, aku kunci pintu ruanganku.

Saat terdengar pintu aku kunci, Ayu menghentikan ciumannya, melihat ke pintu dengan kaget. Dia kira ada yang masuk, tapi ia lalu memandangku kembali, tersenyum padaku karena tau aku yang mengunci pintu. Kini kedua tangannya melingkari leherku, dan kembali menciumku. Tanganku yang memeluknya, turun ke pantatnya, menekan pantanya agak memeknya lebih erat menekan kontolku. aahh.. mmmuaachhhh…Yu..aahhh…mmmhhh saat aku menggesek kontolku yang sudah tegang ke memeknya yang terhalang celana kami.

Setelah lama kami berciuman, Ayu menghentikan ciumannya. Ia melihat wajahku yang sedang menggesekan kontol tepat depan memeknya. Aku emang sedikit berjongkok agar posisi kontolku pas di depan memeknya. Ayu melihat wajahku, tersenyum, dan kedipan matanya melambat. Saat terpejam matanya merapat menikmati gesekan kontolku. “Aach, Yu.. gapapa kan? Shhh ahh.. tanyaku saat menggesek memeknya. Ayu hanya tersenyum manis, dan mulai matanya terpejam kembali menikmati gesekanku.

Aku semakin bersemangat menggesek dan menekan kontolku di memeknya. Ayu hanya mengusap wajahku, dan mulutnya mulai terbuka sedikit. Lama-lama, suara Ayu mulai keluar, aah.. kaka.. aahh.. shhhh ah…ka… Ayu mendesah pelan saat aku gesekkan kontolku di memeknya.

Ahh Ayu..kaka sayang kamu,,, mmmhhh ahhh..shhh ahhh.. aku terus menggesek memeknya dengan cepat. Kontolku terasa sakit karena masih terhalang celana, namun menggesek memeknya dengan cepat. Lalu, aku menghentikan gesekanku. Ayu, yang merem melek dan mendesah lalu melihat kearah kontolku dan memandangku sayu. Ayu melihatku heran karena aku menghentikan gesekanku.

Kenapa ka? tanya Ayu melihatku.

Sakit Yu, kaka boleh buka celana kaka yah? sambil aku membuka sabuk celanaku, membuka resleting, dan menurunkan celanaku dan celana dalamku sekalian ampe lutut. Kontan kontolku mengacung dengan kepalanya yang membesar dan menjadi pink karena sudah terangsang.

Ayu kaget melihat kontolku, tapi ia malah memegangnya sebentar, Oh titit teh kaya gini ka.. gede yah..mmhh… sambil mengelus dan kembali melingkarkan tangannya di leherku seperti siap untuk aku gesek kembali. Mukanya masih melihat ke arah penisku yang mengacung.

Aku mulai menepelkan penisku ke roknya, pas di memeknya. Namun, aku tak jadi menggesek, aku langsung mengangkat roknya dengan tangan kananku, lalu langsung menyelipkan tanganku ke celana dalamnya. Aku raba memeknya, aahh… begitu halus dan lembut! Jembutnya belum begitu banyak, belahannya rapat namun sudah basah, tanda iapun horny. mmhh…kak.. shh enak kak.. elus lagi.. mmmhh… desah Ayu saat aku meraba dan mengelus memeknya.

Ayu udah basah ya? Mmhhh.. cangcutnya turunin ya Yu, bisi kotor.. kataku tanpa menunggu persetujuannya memelorotka celana dalamnya hingga lutut.

Ahh..iya kak.. kaka mau apain Ayu? Mau kaya tadi lagi? katanya memandangku sayu saat aku pelorotkan celana dalamya.

Iya Yu, kaka pengen gesek tapi langsung ke memek Ayu, boleh kan? ujarku sambil mengorek memek Ayu.

Ahh.. kaka… shh iya kak.. aww..pelan ngorekinnya.. kata Ayu meringis saat aku mengorek bibir memeknya mencari lendir agak bisa kupakai melumasi kontolku.

Kaka minta lendir Ayu yah, biar ga seret geseknya.. aku korek-korek belahan memeknya, mencari lendir yang keluar di memek Ayu.

Ahh..iya kak.. cepet kaya tadi lagi kak…desah Ayu tak sabar.


Sedikit lendir yang kudapat dari memeknya aku elus ke kontolku. Aku angkat kembali roknya sampai kelihatan memeknya yang ternyata putih dengan bulu halus yang tak banyak. Belahannya pink, basah karena ku gesek dan ku korek. Lalu aku mendekatkan kontolku ke memek Ayu. Aku tempatkan kontolku di belahan memeknya, aaahhhhh betapa hangat dan nikmatnya memek Ayu. aahhh…kaka..shhh aku gemeteran..enak kak..mmhhh kata Ayu saat aku tempelkan kontol di memeknya.

hehe.. enak kan Yu, hmmmhh aaahhhhhhh…sshhhh aaahhhhh..hehehe.. ahhhhmmhh. aku perlahan menggesekkan kontolku di memek lembut Ayu, sambil memandang mukanya yang keenakkan. Ayu tersenyum padaku disela merem meleknya. Akupun senyum puas bisa menempelkan kontolku di memeknya.

ahhh…kaka.. shhh Ayu sayang kaka.. shhhh ahhh…enakkhhh ka,,terus.. Ayu mulai mendesah pelan saat kugesek belahan memeknya. Kepala kontolku menekan itilnya yang sedikit agak keras. ahh kaka.. sshh..agak teken lagi..shhh ahhh… ceracau Ayu saat menikmati gesekan kontolku.

Ahhh Ayu, enak memek kamu sayang.. aahhh shhh,,kaka pengen entot kamu yu..shhh ahh… desahku sambil ku gesekkan kontolku dan ku mulai remas susunya yang tak begitu besar.

Ahh… kaka…sayang..shhh ahhhh.. ahhhhhh ahhh…oohh cepet kak..

Iyah sayang shhh ahhh… oohhh oohhh sayangg aahhh Ayyuuuuhhh ahhhhhhh….aku semakin mempercepat gesekkanku di memek Ayu. Ayu memeluk dan lalu menciumku ganas.

Muuuacchh mmmhh..mmmhhh..kaka. memek Ayu diapainn ahhhh,,shhh ahhhh enak kaka,,,sshhhmmmmmuahhh…. Ayu menjambak rambutku dan ikut menekan kontolku dengan memeknya yang lalu ia goyangkan.

Aku sontak terkaget dengan goyangan Ayu. ahhhh,,,diem sayang, jangan di goyangin, bisi masuk ke memek,,,aahhh shhh ahhh…Aku tahan pantatnya, aku tempatkan jariku di belahan pantatnya yang dekat ke memek.

Ahh iya ka..maafhhh ahhhh enakk kaaa… aahhh Ayu mau pipiss ahhh lemessshh ahhhhh kakaa.. Ayu mendongakkan kepalanya dan lalu mencium leherku.

ahhh bentar sayang,, ahh kaka bentar lagi ngecrot.. aahhh ahhh ahhh sayang ahhh… aku mempercepat gesekkanku di memek Ayu. Aku lebih menekankankan kontolku di belahan memeknya, dan merasa pertahananku akan jebol.

Ahh… kaka…pipis..ahhh kaka Ayu mau pipiss… ahhhh.. ahh ahh ahhhhhhhhh…. dan lalu tubuh Ayu menggelinjang, melenting kebelakang,dan ada cairan menetes ke lantai. ahhh kakaaaaa…enaaaaakkkkkhhhhhh aahhhhhh…Ayu lemes kaaa…Ayu Pipiss…ahhhhhhh… ceracau Ayu ditengah orgasmenya yang pertama.

Ahhh…Ayu sayang ahhh… kaka keluar… kaka juga mau keluar,,, ahhhh Ayuuuuu aaaahhhhhh ssshhh aaaaaarrrrgggggggghhhh,,,, dan crooot…crooott…crooot…. berkali-kali aku menyemprotkan air maniku yang lalu hinggap di bibir memeknya, di tembok dan kebanyakan di celana dalam Ayu yang tersangkut di lutut.

Ahhh.. kaka keluar yu.. hhee.. Mmmuuuaccchhh…

hhe.. Lemes banget kak, kaya gini.. Ayu baru pertama ngerasain..mmmuahh..mmmhh Ayu lalu memelukku lagi dan mencium pipiku dan lalu bibirku.

Mmuach… Ayu ga marah kan kaka gini ama Ayu? tanyaku memastikan.

Hehe… nggak kok.. enak.. hehe

hhi.. makasih sayang… kaka beneran sayang sama Ayu,,,mmuah aku mencium keningnya yang terhalang kerudung.

Ayu juga ka.. mmhh.. bentar ka.. Ayu pake celana dulu.. Ayu berjongkok, menaikkan celana dalamnya, dan akupun juga menaikan celanaku dan merapihkannya.

iiihhh.. cangcut Ayu basah banget.. pas di memeknya pisan lagii…ahh jadi ga enakeun.. Ayu bersungut-sungut merasakan celananya basah karena tumpahan spermaku.

Mani kaka itu teh, ya udah Ayu buka aja celananya..gausah pake celana dalem. kataku bercanda.

Ih malu atuh.. eh tapi da pake rok yah.. ya udah ath… tapi Ayu titip di kaka atuh yah, da masa bawa-bawa CD..he.. Ayu menanggapi serius saranku, dan lalu ia membuka celana dalamnya lalu ia pakai mengelap memeknya dan tumpahan maniku di pahanya. Ayu lalu memberikan celananya kepadaku.

Makasih ya sayang.. mmmuah. aku cium bibirnya lagi, Ayu membalasnya.

Sama-sama ka.. Ayu kembali melemparkan senyum padaku.

Yu, boleh kaka cium memek Ayu gak?

hehe.. ngapain ih.. iya udah sok aja ka.. Ayu mengangkat roknya memperlihatkan memeknya yang merah merekah dengan jembut yang jarang.

Aku berjongkok, memperhatikan memeknya yang putih bersih dengan itil yang masih menonjol. Belahannya pink, merekah.. tak menunggu lama aku cium bibir memeknya, aku emut itilnya dan menjilat belahan memeknya yang legit. Memeknya sedikit bau asem, dan khas bau memek ABG remaja. Aku cium terus memek Ayu, bidadari cantikku.

Hhi.. aahh,, udah kaka.. suka banget sama memek Ayu teh..hee..aah.. ujar Ayu sambil mengelus kepalaku yang sedang menciumi memeknya.

Aku lalu sudahi mencium memeknya, takut ketahuan berlama-lama disini. Ya udah, balik ke kelas ya.. ntar kaka boleh lagi kan gesek memek Ayu? Hehe  kataku.

hehe iya kak.. huum, boleh kak.. Ayu suka..Ayu merapikan rok panjangnya, dan kerudungnya yang sedikit kacau karena perbuatanku. Lalu Ayu pun membuka kunci pintu, dan lalu keluar Makasih kaka sayang..daahh.. Ayu melambaikan tangan kepadaku dan berlalu menuju kelasnya.

Aku kembali masuk keruanganku, terduduk dan membayangkan apa yang aku lakukan tadi kepada Ayu yang cantik itu. Ahh, serasa mimpi aku bisa menggesek memeknya yang indah. Celana dalamnya yang masih kupegang, aku ciumi dan ku hirup aroma memeknya. Lalu masukkan ke celana dalamku dan ku tempel ke kontolku, ahhh nyaman kontolku di balut celana dalam Ayu.

Tinut..tinutt,,tinutt.. handphoneku berbunyi tanda ada SMS. Segera ku buka, dan itu dari Ayu!. Kak.. pulangnya anterin yah.. :* sayang kaka.. begitu isi SMS nya. Aku senyum sumringah! Langsung ku balas, Siap tuan putri.. :* sayang Ayu.. message sent.

Cerita Dewasa Kisah Seks Tukar Pasangan Dengan Teman Sendiri

Cerita Dewasa Kisah Seks Tukar Pasangan Dengan Teman Sendiri

Cerita Dewasa - Triyono (samaran) adalah sahabat lamaku sejak aku SMA. Kini setelah kami sudah mempunyai anak remaja (umurku 46 tahun) dia masih sahabatku, bahkan istrinya yang bernama Atik (samaran) dan istriku sangat akrab, dan kami rutin selalu ketemu kalau tidak dirumahnya, ya dirumahku.

Bahkan jika aku dan Triyono pergi mancing ketengah laut dengan sewa perahu, tak jarang istriku menginap dirumah menemani istrinya atau sebaliknya (karena anak kami sudah remaja dan mereka kuliah dikota lain).

Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami melakukan yang menurut pandangan orang ketiga adalah hal yang aneh, misalnya ditengah gurauan, kadang kadang Triyono memeluk istriku dan menciumi pipinya berkali kali, didepanku maupun didepan istrinya. Demikian pula sebaliknya ketika kami bercengkarama berempat kadang kadang Atik dengan manja tiduran berbantal pahaku. Tentunya sikap kami ini tidak didepan anak anak yang sudah berangkat remaja.

Bahkan pernah didapur rumahku aku memergoki Triyono mencolek pantat istriku, dan kulihat istriku pura pura marah, aku tahu itu dari raut wajahnya, tentu saja sebagai lelaki normal kadang aku dilanda cemburu. Tetapi kami selalu lebih memegang persahabatan, apalagi akupun sering melakukan hal yang sama terhadap istrinya.

Tentu saja keadaan ini tidak terjadi begitu saja, kami menjalin hubungan kekeluargaan sejak kami menikah. Namun sejauh itu kami tidak pernah melakukan hal hal yang terlalu jauh. Sampai suatu hari terjadilah apa yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, setidak tidaknya olehku. Tapi aku yakin ini adalah rencana Triyono dan istrinya yang sudah dipersiapkan (ini kusadari setelah cukup lama peristiwa itu terjadi)

Seperti yang sering kami lakukan, pada hari jumat yang kebetulan hari libur kami berempat ber week end di Villaku didaerah Ciloto. Walaupun tidak terlalu mewah namun villaku ini cukup luas dan cukup nyaman untuk beristirahat di akhir pekan. Kami selalu rutin mengunjunginya paling tidak sebulan sekali, biasanya hanya aku dan istriku, kadang kadang anak anak ikut, atau famili lain.

Kali ini aku mengajak Triyono dan istrinya, tidak ada yang istimewa kami hanya ingin menikmati liburan dan seperti biasanya selesai makan siang dijalan, istriku mampir untuk beli pepes ikan Mas kesukaanku. Sampai di villa sekitar jam jam 2 siang, aku tidur pulas, sampai akhirnya dibangunkan istriku untuk makan malam. Kami makan malam berempat dengan nasi hangat dan pepes ikan.

Selesai makan malam kami menonton TV sambil ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Setelah bosan ngobrol, Triyono mengambil inisiatif mengambil kasur dikamarnya dan dihamparkan didepan TV dia dan istrinya menonton TV sambil tiduran, dan akupun berbuat hal yang sama. Atiek masuk kamarnya dan mengganti dasternya dengan baju tidur yang amat tipis tanpa BH dan CD, ini terlihat jelas dari bayangan tubuhnya dibalik gaun tidurnya.

Kulihat dia sangat atraktif mempertontonkan tubuhnya didepanku dan didepan istriku. Kulihat Triyono acuh saja melihat tingkah istrinya. Kamipun menonton TV sambil tiduran, istriku dan Atiek tidur berdampingan ditengah sedangkan aku berada disamping istriku dipinggir.

Acara TV terasa membosankan mungkin karena aku tidak bisa konsentrasi, aku lebih terpesona menikmati tubuh yang menggairahkan yang tergolek disamping istriku dan itu membuat adik kecilku dibalik sarung setengah ereksi. Cerita Dewasa

“Pah.., puterin film yang hot.. dong.., aku kedinginan nih..” Atiek menyuruh suaminya memutar film porno.

Aku tahu mereka sering muter film porno karena kami sering tukar menukar film, tapi selama ini kami belum pernah nonton bersama sama.

Sebelum beranjak mengambil film, Triyono basa basi minta ijin istriku

“Rin..muter film blue ya..”
“Terserah aja ” jawab istriku.

Filmnya cukup bagus dengan latar belakang jaman kekaisaran romawi, adegan sexnya tidak vulgar, dan ini membuat gairahku cepat bangkit. Sarungku sudah terdongkrak keatas sementara kulihat Atiek sering mencuri padang kearah sarungku yang memang sengaja tidak kusembunyikan. Sementara itu istriku sudah memindahkan kepalanya diatas lenganku dan jari tangannya meremas remas jari tanganku. Aku sudah hapal sekali, istriku pasti sudah terangsang.

Triyono menonton film itu dengan memeluk istrinya secara ketat dan tangannya mengusap usap payudara Atiek dari luar baju tidurnya, sesekali diciumnya bibir istrinya dalam dalam. Sementara itu kaki kanan Atiek ditekuk dan pahanya menindih paha istriku, sehingga tak terhindarkan baju tidurnya yang memang pendek makin tersingkap sehingga akupun makin leluasa melahap pahanya yang putih mulus, dan sebagian rambut dipangkal pahanya dengan sudut mataku.

“Mbak Rin,.. Aku jadi pengen nih..” Atiek bicara kepada istriku.
“Ya nggak apa apa, wong Mas nya nyanding koq.” Istriku menyahut sambil senyum penuh arti.

Aku makin terangsang, kumiringkan tubuhku menghadap istriku sehingga aku bisa melihat paha mulus Atiek, dan kuselusupkan tanganku dibalik blouse istriku yang tidak ber BH untuk meremas remas buah dadanya, sementara tangannya sudah masuk kesarungku untuk mengelus elus penisku yang sudah berdiri keras.

Ia menutup tanganku dengan bantal sehingga gerilya yang kulakukan tidak terlihat oleh Triyono dan Atiek. Walaupun itu sebenarnya hal itu tidak perlu dilakukan, karena mereka sudah tidak memperhatikan kami lagi, keduanya sudah mulai tenggelam dalam percintaan.

Ketika Atiek melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti pakaian suaminya, Triyono menggeser posisinya merapat keistriku, sedangkan Atiek menindihkan tubuhnya yang bugil dari sebelah kanan, sehingga Triyono berdampingan dengan istriku.

Mereka berciuman sambil saling saling mengelus penuh nafsu, kulihat istriku sering melirik mereka dengan gairah, ikut terhanyut dengan adegan panas persis satu jengkal disampingnya. Tiba tiba Atiek menghentikan pergulatan dengan suaminya dan tangannya meraih blouse depan istriku dan melepas kancingnya.

“Biar adil dong Mbak..” sambil tangannya terus melolosi seluruh pakaian istriku.

Walaupun wajah istriku protes, tapi usaha mencegah tangan Atiek yang nakal, tidak serius sehingga dengan mudah Atiek melucuti pakaian istriku. Sekelebat kulihat mata Triyono melahap seluruh tubuh indah istriku, bahkan ia segera mengeser posisinya merapat ketubuh istriku, sehingga lengannya menempel pada pinggir payudara istriku. Cerita Dewasa

Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku mendominasi pikiranku, kucopot seluruh pakaianku sehingga kami berempat sudah bugil, kuciumi istriku, sambil jariku mengelus vaginanya yang sudah basah. Istriku mendesis desis keenakan tangan kanannya mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya tertindih tangan Triyono.

Kurasakan elusan lembut sebuah tangan halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus buah zakarku. Aku sudah menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Atiek lah yang sedang mengelus batang penisku, sambil mulutnya menciumi dada suaminya.

Aku yakin Triyono melihat tangan istrinya yang sedang beroperasi di batangku yang keras seperti kayu, tapi dia tampak acuh saja, bahkan kini lengan kanannya telah mendidih susu istriku. Istriku tidak menyadari atau pura pura tidak tahu bahwa tangan Triyono sudah menindih payudaranya, dan wajahnya dipalingkan kearah yang berlawanan.

Atiek sambil berubah posisi dengan setengah duduk dipaha suaminya dengan selangkangan yang terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluan suaminya ke klitorisnya, sementara buah dada nya menggantung diremas remas suaminya.

Posisinya tersebut membuat tubuh Triyono merenggang dari tubuh istriku sehingga tangan kiri istriku yang tertidih menjadi bebas. Dari padangan matanya yang sayu dan pahanya sudah direntangkan, aku tahu baha istriku sudah memberi lampu hijau.

Dituntunnya penisku kearah lubang vaginanya, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang menikmati jepitan lobang kemaluan istriku. Sementara aku mengocoknya perlahan lahan, istriku mendesis desis keenakan, kini wajah istriku menghadap kearah Triyono bahkan hanya berjarak sejengkal dengan wajah Triyono namun matanya terpejam.

Atiek sudah terlengkup ditubuh suaminya, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batang suaminya yang sudah melesak ditelan liang kenikmatannya. Sekali kali tangannya meremas bokongku dan istriku melihat aktifitas tangan Atiek ini, tapi rupanya diapun tak ambil peduli. bahkan beberapa kali Triyono mencium mulut istriku yang tengah mendesis, istriku diam saja, walaupun tidak meresponnya.

Entah kenapa aku tidak cemburu melihat istriku diciumi oleh Triyono saat sedang kusetubuhi, bahkan aku makin terangsang. Karena kulihat ciuman itu membuat istriku makin bergolak gairahnya. Ini kurasakan dari gerakan dan nafasnya mendengus tidak seperti adat biasanya.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan istriku tak terkendali, bahkan ia membalas menyedot ciuman Triyono, dan pada saat itulah istriku menghentak hentakkan pinggulnya keatas, mulutnya menghisap mulut Triyono dalam dalam sambil merintih. Dia telah ejakulasi. Ini diluar kebiasaan, istriku biasanya cukup tahan lama ejakulasi-nya, tapi kali ini dia cepat selesai, padahal aku belum merasa akan ejakulasi.

Kuhentikan kocokanku, kucabut penisku, aku masih tanggung tetapi aku memang tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap istriku bangkit lagi setelah istirahat. Kutatap wajah istriku yang penuh kepuasan. Disampingnya kulihat Triyono menggengam tangan istriku. Cerita Dewasa

Melihat aku tegeletak disamping istriku, dengan kemaluan yang masih tegar, Atiek segera tahu bahwa aku belum ejakulasi. Tiba tiba Atiek menghentikan goyangan pinggul, dicopotnya penis suaminya dari vaginanya. Dengan melangkahi tubuh istriku, Atiek segera menghampiriku, kemudian dengan dasternya yang diambil dari sisi kasur dibersihkannya penisku yang penuh lendir istriku.

Dia menindihku dan menciumku. Aku sempat kaget, aku tak menduga kejadian itu, kulirik Triyono tetapi dia hanya melihat tingkah istrinya tanpa reaksi. Istriku juga hanya melirikku sebentar kemudian memejamkan mata kembali, menikmati sisa ejakulasi yang ia dapat dariku.

Kubalas ciuman Atiek dengan nafsu, tangan kiriku mengelus bokongnya sedangkan tangan kanan meremas buah dadanya. Atiek menjulurkan lidahnya menyambut lidahku, sementara vaginanya yang basah digesek gesekan ke diatas kemaluanku.

Tampak Atiek sudah sangat terangsang, sehingga ciuman kami hanya berlangsung sebentar, segera dia menghentikan ciumannya, ditariknya badannya sehingga sekarang posisinya duduk diatas pahaku, sementara belahan kemaluannya menidih pada batang penisku yang rebah diatas perut.

Kulihat belahan kemaluannya yang merah penuh lendir, aku sudah tidak sabar lagi, kuangkat pinggangnya dengan kedua tanganku, Atiek cepat tanggap, sambil mengangkat pantatnya, diambilnya penisku dan diarahkan kelobang vaginanya. Dalam hitungan detik, kemaluanku sudah menyelusup kedalam vagina Atiek. Atiek melenguh pelan, badannya ambruk kedadaku dan wajahnya menempel disamping kepalaku sambil mendesis desis.

Kuangkat pinggulku berusaha mengocok kemaluan Atiek, dan diapun mengikuti gerakanku tetapi pinggulnya digoyang memutar sedangkan otot vaginanya menjepit kemaluanku, jepitan dan putaran pinggulnya tidak akalh dengan istriku, kenikmatan menjalar keseluruh penisku.

Sepuluh menit telah berlalu dan kurasakan Atiek mulai mempercepat goyangannya, mulutnya menciumku dan lidahnya menerobos masuk ke mulutku. Nafasnya tersengal, aku segera mengerti bahwa sedang mulai masuk kemasa ejakulasi. Tanpa menunggu waktu lagi kupercepat kocokanku, karena kemaluankupun sudah berdenyut denyut enak, dan segera akan keluar.

Ketika kurengkuh bokongnya, Atiek merengkuh pundakku makin kencang, dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia sedang ejakulasi. Dan segera kulepas pula air maniku menyemprot didalam vaginanya. Kenikmatan yang luar biasa.

Walaupun permainanku sudah berakhir tetapi Atiek tidak mau mencopot kemaluanku dari vaginanya, dia hanya mengeser tubuhnya dari dadaku untuk meringakan tindihan tubuhnya diatas tubuhku. Kesadaranku mulai pulih, kulihat istriku sedang bergumul dengan Triyono.

Dengan tubuh yang bugil dia menindih tubuh istriku, mereka berciuman dengan pelan dan dalam, tangan meremas remas buah dada istriku yang tergolong besar dan montok, sementara tangan istriku mengelus bokong Triyono, dan kudengar desahan halus dari mulutnya itu pertanda istriku sudah mulai terangsang lagi.

Melihat istriku terangsang, tiba tiba akupun terangsang kembali. Aku sangat senang istriku menikmati sexnya, Kuhadapkan tubuhku kearah istriku, dan Atiek segera merangkul pinggangku dengan kakinya dari belakang, sambil menikmati sisa ejakulasi yang kuberikan padanya.

Triyono sedikit mengeser tubuhnya dan tangan yang tadinya meremas tetek istriku turus kebawah, kearah kemaluan istriku, dan istriku mengangkat pinggulnya ketika jari tengan Triyono memutar mutar clitorisnya. Desahan dari mulutnya makin keras.. Triyono mengangkat tubuhnya dan dibukanya lebar lebar paha istriku. Cerita Dewasa

Istriku menoleh kearahku, matanya sayu memandangku seolah minta ijin padaku. Kupandangi dia, dia sangat cantik tak kuasa aku menghalanginya. Kukecup bibirnya kuusap rambutnya tanda bahwa aku menyetujuinya. Dan ketika penis priyono melesak kedalam vaginanya, istriku memejamkan mata keenakan, dan tangannya mengelus elus penisku seirama dengan kocokan yang diberikan Triyono.

Kuciumi bibirnya, pipinya lehernya, atau mana saja yang kudapat karena istriku dalam kenikmatan, selalu kepalanya tidak bisa diam, menoleh kekiri kekanan sambil menjilat jilat bibirnya sendiri. Sementara tangan kanannya mengocok penisku tangan kirinya merangkul pundak Triyono. Tangankupun tak henti hentinya meremas remas buah dadanya.

Kudengar pula desisan Triyono menambah suasana jadi makin mengairahkan. Tiba tiba istriku berhenti menggelengkan kepalanya, dahinya berkerut dan giginya menggigit bibr bawahnya, dia menoleh kearahku, istriku akan selesai dan sebentar lagi pasti akan melenguh panjang.

“Pah.. aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. eghh.. eegghh”

Pada saat itu dia mendongakkan wajahnya keatas, matanya menatap mata Triyono dengan sayu. Pada saat yang sama, aku tak tahan menahan ejakulasi, digenggaman tangannya. Kulihat Triyono menekan kemaluannya dalam dalam kevagina istriku untuk berejakulasi.. Ketika dia mencabut kemaluanya, kulihat sisa air mani ejakulasi yang meleleh keluar dari bibir vagina istriku, yang berwarna kemerahan.

Malam ini adalah malam pertama dimana istriku merasakan penis orang lain selain punyaku apalagi dia merasakannya sekaligus dalam selang beberapa menit, sebuah pengalaman yang sangat memuaskan kami berempat.

Baca Juga : Cerita Dewasa Malam Pertama Pengantin Baru

Sejak itu kami sering melakukannya, sedikitnya sebulan sekali, dan kami berkomitmen ini hanya dilakukan berempat, Bahkan kini muncul ide baru dari Atiek untuk menambah menjadi tiga pasangan.